DIBUKA FUNGSIONAL, 3.362 KENDARAAN MELINTAS DI TOL PANDAAN-MALANG

DIBUKA FUNGSIONAL, 3.362 KENDARAAN MELINTAS DI TOL PANDAAN-MALANG

Ruas Tol Pandaan – Malang dibuka darurat fungsional untuk mengatasi kemacetan arus mudik dan arus balik Lebaran 2018. Sampai sejauh ini, ribuan kendaraan sudah melintas di atas ruas jalan itu.
Ruas tol itu dibuka darurat fungsional sejak H-8 atau Jumat (8/6/218) untuk arus mudik. Rencananya, ruas tol itu akan ditutup kembali pada H+8 setelah arus balik selesai.
Tidak semua ruas Tol Pandaan – Malang difungsikan untuk arus Lebaran. Ruas tol yang difungsikan hanya di seksi I dan seksi III. Yakni mulai dari exit Pandaan hingga ke Girder Lemah Bang, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan sepanjang 5 kilometer.
Sedang seksi III mulai dari pintu masuk Sumber Wuni, Kecamatan Lawang hingga ke pintu keluar Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang sepanjang 12 kilometer.
Sejak dibuka, 3.362 kendaraan sudah melintas di ruas tol tersebut. Pada hari pertama, jumlah kendaraan yang melintas sebanyak 553 kendaraan, pada hari kedua sebanyak 1.750 kendaraan dan pada hari ini, Minggu (10/6/218) sampai pukul 13.00 WIB sudah ada 1.059 kendaraan yang melintas.
“Dibuka darurat fungsional untuk membantu memecah kemacetan,” kata Koordinator petugas pos pintu keluar Karanglo, A Toharudin.
Ruas tol itu beroperasi sejak pukul 7.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Tol itu sengaja ditutup pada malam hari karena minimnya penerangan dan rambu lalu lintas.
“Buka jam tujuh pagi, tutup jam lima sore. Belum ada penerangan. Rambu – rambu kurang. Jadi belum sepenuhnya lah. Masalah keamanan juga jadi pertimbangannya kalau malam,” katanya.
Selain itu, tol itu berfungsi hanya untuk kendaraan dengan ketinggian maksimum 2,1 meter karena masih dalam tahap pengerjaan.
Meidianto, salah satu pengendara asal Pasuruan mengaku marasa terbantu dengan dibukanya tol itu secara fungsional. Perjalanan yang biasanya ia tempuh selama 30 menit dari Lawang ke Karanglo karena kemacetan, dengan adanya tol itu hanya ditempuh selama tujuh menit. “Enak cepat. Cuma banyak jalan yang belum rata jadi kalau kecepatan penuh masih agak turun gini,” katanya.

Nah kebayangkan jika nantinya Tol itu (Surabaya-Pandaan-Malang) akan tersambung dan benar-benar diresmikan? Di situlah letak keunggulan dari CitraGarden City Malang.

CitraGarden City Malang yang berlokasi sangat Strategis tidak jauh dari exit Tol Malang-Surabaya (+ 4 km) dan berada di kawasan Malang Timur yg menjadi area pengembangan Infrastruktur oleh Pemerintah, serta berada di Salah satu Titik Tertinggi di Malang, sehingga memiliki Keunggulan View dan Kualitas Udara yang segar dan lebih baik

[huge_it_slider id=”15″]

Saat ini CitraGarden City Malang menawarkan promo DP KPR 5% dan Bunga KPR 3.88%. Segera kunjungi Open House Show Unit CitraGarden City Malang di Marketing Point CGC Malang. Tunggu apalagi, jangan sampai kehabisan Unit di CitraGarden City Malang. Marketing Point CGC Malang berada di Jln CitraGarden City Boulevard Telp 0341-7500888 atau kamu bisa menghubungi agent kepercayaan anda
(Sumber : https://regional.kompas.com)

JELAJAH TOL MALANG-PANDAAN SEBELUM BEROPERASI 5

Tol dari Karanglo, Singosari, hingga Sumber Wuni, Kecamatan Lawang, beroperasi meski apa adanya. Ada banyak yang perlu diperhatikan bagi pengendara yang hendak melintasi jalan tol ini. Apa saja itu?

Salah satunya yang perlu diperhatikan ketika melintasi jalan tol ini adalah bahan bakar minyak (BBM)-nya. Lantaran, karena sifat tol ini masih fungsional, maka belum ada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berdiri di sepanjang tol yang panjangnya 8–12,5 meter tersebut.

Sebenarnya, Pertamina menyiapkan kios di sejumlah tol fungsional. Totalnya ada sekitar 25 kios di Jawa Timur. Hanya, khusus di Malang, kios tersebut tidak ada. ”Kalau di Malang, kami siapkan motor yang mobile untuk mengantar BBM kemasan dan eceran,” kata Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Ibnu Chouldum awal pekan lalu.

Sepeda motor yang membawa bensin ini nantinya akan mengantar bahan bakar jika terjadi kemacetan. Sebab, jangkauannya sangat terbatas, diharapkan pengguna jalan tol Karanglo–Sumber Wuni sudah menyiapkan BBM ketika hendak melintas di jalan tol ini.

Diberitakan sebelumnya, pada momen mudik Lebaran ini, tol Malang–Pandaan (Mapan) akan beroperasi separo. Yakni, dari Pandaan menuju Malang. Sementara ini exit tol terakhirnya di simpang tiga Karanglo. Sementara pengendara dari Malang menuju Pandaan belum bisa melintasi tol Mapan.

Dari Pandaan, tol beroperasi hingga daerah Sukorejo (Kabupaten Pasuruan). Setelah itu, pengendara melintasi jalan biasanya, lalu masuk tol lagi di daerah Sumber Wuni, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Setelah masuk tol, baru keluar lagi di pertigaan Karanglo. Panjang tol Sumber Wuni–Karanglo sekitar 8–12,5 kilometer.

Sedangkan untuk di jalan dari Sumber Wuni ke utara, yakni ke daerah Pasuruan masih belum difungsikan. Selain ada jembatan yang belum terhubung, ada tebing yang belum terbongkar. Tebing ini tingginya sekitar 20 meter. Tebing itu berada di dekat pabrik Pocari Sweat dan Molindo di Sumber Waras, Lawang.

Sementara itu, untuk jalan tol Karanglo-Sumber Wuni, rencananya hari ini (8/6) semua pengerjaan di daerah tersebut sudah tuntas. Dengan demikian, sebenarnya mulai hari ini sudah bisa digunakan. ”Kami memang akan siapkan H-7 Lebaran, tapi untuk beroperasinya masih menunggu dari Polda Jatim,” kata Dirut PT Jasa Marga Pandaan–Malang Agus Purnomo.

Dia menambahkan, pihaknya perlu menunggu Polda Jatim karena sifatnya tol ini adalah fungsional. Maka, harus ada personel, di antaranya dari polisi yang mengatur di pintu masuk dan keluar. ”Meski Jumat (hari ini, Red) sudah siap, tapi kami tidak bisa tiba-tiba membuka sendiri, harus ada koordinasi dengan polisi dan dishub,” pungkasnya.

http://www.radarmalang.id/

JELAJAH TOL MALANG-PANDAAN SEBELUM BEROPERASI 4

Tol Malang–Pandaan benar-benar menjadi kebanggaan warga Malang Raya. Tol tersebut adalah tol pertama yang ada di daerah ini. Bahkan, meski belum dibuka secara resmi, suasana di tol ini cukup ramai orang yang hilir mudik. Lalu, berapa tarifnya jika sudah resmi beroperasi?

Senja begitu indah terlihat di tol Malang–Pandaan. Saat tim jelajah Jawa Pos Radar Malang melintasi jalan tol Minggu lalu (3/6), ada beberapa pesepeda pancal yang melintas perlahan. Mereka terlihat begitu menikmati pemandangan matahari yang hendak terbenam.

Selain sejumlah pesepeda pancal, memang sudah banyak warga yang hilir mudik di tol yang akan beroperasi saat momen Lebaran ini. Hanya, mayoritas masih warga sekitar daerah tersebut yang melintas.

Saat wartawan koran ini berada di tol yang sudah jadi, ada seorang petugas keamanan yang terlihat mengawasi. ”Iya, setiap saat memang harus diawasi, biasanya ada balapan liar,” kata Lutfianto, salah seorang petugas keamanan.

Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu memang ada sejumlah anak muda yang hendak menggeber sepedanya. Untungnya, sebelum balapan liar digelar, sudah ada satpam yang menghentikan.

”Sangat berbahaya, apalagi masih banyak kendaraan proyek yang besar-besar melintas,” imbuhnya.

Sementara itu, memang ada sejumlah peringatan tentang larangan balap liar di area proyek tol Malang–Pandaan. ”Sayangi nyawa Anda demi keluarga di rumah,” tulis pengumuman tersebut.

Diberitakan sebelumnya, pada momen mudik Lebaran ini, tol Mapan akan beroperasi separo. Yakni, dari Pandaan menuju Malang. Sementara ini exit tol terakhirnya di simpang tiga Karanglo. Sementara pengendara dari Malang menuju Pandaan belum bisa melintasi tol Mapan.

Dari Pandaan, tol beroperasi hingga daerah Sukorejo (Kabupaten Pasuruan). Setelah itu, pengendara melintasi jalan biasanya, lalu masuk tol lagi di daerah Sumber Wuni, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Setelah masuk tol, baru keluar lagi di pertigaan Karanglo. Panjang tol Sumber Wuni–Karanglo sekitar 8–12,5 kilometer.

Sedangkan untuk di jalan dari Sumber Wuni ke utara, yakni ke daerah Pasuruan masih belum difungsikan. Selain ada jembatan yang belum terhubung, ada tebing yang belum terbongkar. Tebing ini tingginya sekitar 20 meter. Tebing itu berada di dekat pabrik Pocari Sweat dan Molindo di Sumber Waras, Lawang.

Saat wartawan koran ini melintas, ada sekitar lima alat berat yang mengeruk tebing tersebut. Pembongkaran tebing ini terbilang cukup lama.

”Saya kerja di sini sudah enam bulan, sebelumnya sudah ada pengerjaan. Mungkin sudah sepuluh bulan tebing ini dibongkar,” kata Ahmadi, salah seorang pekerja.

Karena saat ini pengurukan tinggal 13 meter lagi, dia memperkirakan 3–5 bulan lagi pengerjaan tebing tersebut akan tuntas. ”Jadi, jika ditotal lebih setahun pengurukan untuk tebing ini saja,” pungkasnya.

Sementara itu, jika nanti tol Malang–Pandaan resmi beroperasi, maka nantinya akan dikenakan tarif. Untuk diketahui, tol dari Karanglo, Singosari–Sumber Wuni, Lawang yang beroperasi saat Lebaran adalah tol sementara dan digratiskan.

Lalu, jika sudah resmi beroperasi, berapa tarifnya? Dirut PT Jasa Marga Pandaan–Malang Agus Purnomo menjelaskan perkiraannya. Sesuai tarif tol pada umumnya, yakni Rp 800–Rp 900 dalam satu kilometer.

”Kalau dari Sawojajar ke Pandaan, panjangnya 38,5 kilometer,” katanya.

Dengan demikian, tarif perkiraan jika beroperasi Rp 34 ribu. Ini untuk kendaraan golongan 1 atau kendaraan pribadi. ”Untuk kendaraan besar seperti golongan dua dan tiga, lebih mahal tapi pastinya tidak tahu karena ada rumusnya,” pungkasnya.

http://www.radarmalang.id/

JELAJAH TOL MALANG-PANDAAN SEBELUM BEROPERASI 3

PT Jasa Marga berjanji bakal mempercepat pengoperasionalan tol Malang–Pandaan (Mapan), yakni dari H-3 menjadi H-7 Lebaran. Selain itu, jalur sepanjang 12,5 kilometer itu sementara ini digratiskan bagi pengendara yang melintasinya.

Azan Magrib berkumandang ketika tim jelajah tol Malang–Pandaan (Mapan) tiba di exit tol Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu lalu (3/6). Titik ini sekaligus menandai berakhirnya jelajah jalur sepanjang 12,5 kilometer, dari Sumber Wuni (Kecamatan Lawang) menuju Karanglo (Kecamatan Singosari).

Tim jelajah dari Jawa Pos Radar Malang tidak meneruskan perjalanan karena exit Karanglo adalah titik terakhir. Sebenarnya, jalur tol Mapan tembus hingga Cemorokandang, Kedungkandang, Kota Malang. Tapi, akses dari Karanglo menuju exit tol di Cemorokandang belum terbuka. Masih berupa ilalang dan kebun. Masih ada 50 bidang tanah di Kelurahan Madyopuro yang belum dibebaskan.

Bagi pengendara yang akan melintasinya, dari arah Pandaan bisa masuk lewat pintu tol sementara di Sumber Wuni, kemudian melaju bebas tanpa hambatan ke arah selatan. Sesampainya di kilometer 30, pengendara akan diarahkan belok kanan menuju simpang tiga Karanglo. Di kawasan tersebut juga terdapat rambu penunjuk arah belok kiri menuju exit tol Cemorokandang. Namun, sementara ini belum bisa dilintasi karena aksesnya belum tersedia.

Setibanya tim jelajah di Karanglo, sejumlah pekerja tampak bergegas pulang. Mereka mengendarai mobil pikap secara beramai-ramai meninggalkan lokasi proyek. Barangkali, hari itu adalah hari yang panjang bagi mereka (para pekerja). Sebab, selain bekerja di bulan Ramadan, ketika itu juga hari Minggu.

Para pekerja itu lembur karena PT Jasa Marga Pandaan–Malang ingin menuntaskan pembangunan tol Mapan secepatnya. Setidaknya, jalur dari Sumber Wuni menuju Karanglo bisa dilintasi sejak H-3 jelang Lebaran. Itu karena sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) RI Basuki Hadimuljono berjanji akan mengoperasionalkan tol Mapan pada H-3 Lebaran.

Dengan beroperasinya tol Mapan dari Sumber Wuni hingga Karanglo, diharapkan bisa mengurai kemacetan di jalan Lawang–Singosari. Seperti diketahui, jalan Lawang–Singosari menjadi langganan macet. Jangankan musim mudik Lebaran, pada hari biasanya saja jalan nasional itu kerap macet.

Tapi, dengan beroperasinya tol tersebut, pengendara dari Pandaan (Kabupaten Pasuruan) tidak perlu melintasi jalan raya Singosari. Tapi, dari jalan raya Lawang, pengendara belok kiri menuju jalan Sumber Wuni, lalu masuk exit tol Mapan. Setelah itu keluar di simpang tiga Karanglo. Dengan demikian, kemacetan di depan Pasar Singosari bisa terurai.

”Semoga saja bisa segera beroperasi karena Singosari dan Lawang memang langganan macet,” ujar Mahdi El Khered, salah seorang warga yang terbiasa pulang pergi Malang–Sukorejo, Pasuruan, itu.

Informasi yang digali tim jelajah dari para pekerja, untuk sementara melintasi tol Mapan akan digratiskan. Dengan demikian, pengendara yang melintasi tol tidak perlu mengeluarkan biaya. Kebijakan menggratiskan tarif tol Mapan untuk sementara ini tentu menguntungkan pengendara. Sebab, jika ditarif, pengendara bisa merogoh kocek puluhan ribu rupiah. Tol Surabaya–Mojokero saja, pengendara melintasi jarak sekitar 15 kilometer dari Surabaya–Krian dikenakan biaya Rp 19.000. Demikian juga Pandaan–Japanan sepanjang 15 kilometer, pengendara dikenakan tarif Rp 13.000–Rp 38.000, bergantung jenis kendaraannya.

Terpisah, Dirut PT Jasa Marga Pandaan–Malang Agus Purnomo membenarkan bahwa sementara ini pihaknya akan menggratiskan pengendara yang melintasi tol Mapan. ”Iyalah gratis, karena ini jalan darurat saja agar bisa memecah kemacetan saat Lebaran,” imbuhnya.

Dengan demikian, nantinya tidak ada loket sebagaimana exit tol pada umumnya. Apalagi, dari pantauan koran ini memang tidak ada loket yang sudah terbangun. ”Nanti yang akan mengatur di pintu masuk dan keluar adalah polisi dan dishub,” pungkasnya.

Selain itu, Agus juga akan mempercepat pengoperasionalannya. Bahkan, lebih cepat dari deadline yang ditetapkan Kemen PUPR. Jika sebelumnya Menteri Basuki menargetkan tol Mapan dibuka H-3 jelang Lebaran, Agus ingin membuka sejak H-7 jelang Lebaran.
Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menambahkan, nantinya akan ada personel yang berjaga di pintu masuk dan keluar jalan tol. ”Nanti akan ada sekitar 5–10 personel,” kata Ujung.

Menurut dia, pengaturan oleh personel kepolisian ini penting karena tol belum ada loket dan belum berbayar. ”Apalagi di Karanglo yang pintu keluar tol belum ada traffic light-nya, jadi harus diatur dari pintu keluar menuju jalan raya,” imbuhnya.
Dia berharap, kemacetan di Malang Raya bisa diminimalisasi dengan beroperasinya tol Mapan. Khusus di Kabupaten Malang, selama ini ada dua titik kemacetan. ”Yakni, di Singosari ke Lawang dan sekarang sudah diminimalisasi tol, sedangkan yang kedua di pusat Kota Kepanjen,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, jelang Lebaran ini, tol Mapan akan beroperasi separo. Yakni, dari Pandaan menuju Malang. Sementara ini exit tol terakhirnya di simpang tiga Karanglo. Sementara pengendara dari Malang menuju Pandaan belum bisa melintasi tol Mapan.
Dari Pandaan, tol beroperasi hingga daerah Sukorejo (Kabupaten Pasuruan). Setelah itu, pengendara melintasi jalan biasanya, lalu masuk tol lagi di daerah Sumber Wuni, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Setelah masuk tol, baru keluar lagi di pertigaan Karanglo. Panjang tol Sumber Wuni–Karanglo sekitar 8–12,5 kilometer.

http://www.radarmalang.id/

JELAJAH TOL MALANG-PANDAAN SEBELUM BEROPERASI 2

ARAH jarum jam menunjukkan pukul 16.00, Minggu lalu (3/6) tim jelajah dari Jawa Pos Radar Malang tiba di Jalan Sumber Wuni, Kecamatan Lawang. Begitu memasuki ruas jalan tol Malang-Pandaan (Mapan), mobil melintas tanpa hambatan. Dengan kecepatan sedang, mobil mampu berjalan konstan dari Sumber Wuni hingga Dengkol, Kecamatan Singosari. Ruas jalan yang sudah dicor itu terasa mulus dilintasi.

Mobil yang dikendarai tim baru merasakan kendala ketika memasuki kawasan dengkol. Di daerah ini terdapat jalan kampung yang membelah ruas tol. Sehingga, jalanan harus tersendat karena menunggu antrian lalu lalang kendaraan di jalan kampung tersebut.

Selain itu, di sekitar tempat ini juga terdapat beberapa titik galian. Sehingga mengurangi laju mobil tim jelajah. Agar ruas jalan tol dari Sumber Wuni hingga Karanglo bisa dilintasi sejak H-3 jelang lebaran, tanah bekas urugan itu harus dibersihkan. Pembersihannya pun harus dirampungkan sebelum tol beroperasi.

Setelah sedikit halangan itu, jalan kembali mulus. Saat itu, ketika tim jelajah melintas, matahari sudah mulai tenggelam. Sehingga ada panorama eksotis disepanjang jalur tol tersebut.

Tidak jauh dari dengkol, tim jelajah mendapati jembatan yang sudah bisa dilintasi. Di bawah jembatan itu terlihat sejumlah pekerja yang sedang menata bebatuan menjadi plengsengan. ”Paling lambat 6 Juni (besok) pekerjaan harus tuntas. Karena kabarnya tanggal 7 Juni mendatang sudah dibuka. Makanya ini dikebut terus,” kata Herry Sukoco, mandor proyek pembangunan plengsengan di ruas jalur tol tersebut.

Sukoco menegaskan, jembatan itu sudah tuntas sekitar sebulan lalu. Sehingga sudah bisa digunakan untuk mudik lebaran kali ini. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tol Malang-Pandaan (Mapan) sudah bisa dilintasi separo. Disebut separo karena yang di arena Malang hanya bisa dilintasi sejak kilometer 22 di Sumber Wuni, Kecamatan Lawang, hingga kilometer 30 di Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dengan demikian, ada sekitar delapan kilometer jalan tol yang berfungsi.

Kendati demikian, jalan tol ini diyakini efektif memecah kemacetan di Jalur Lawang-Singosari. Setiap musim libur lebaran, terjadi kemacetan parah di sepanjang Jalur Lawang-Singosari. Bahkan setiap weekend, juga sering terjadi kemacetan di kawasan tersebut.

Meski jalan tol ini siap dilintasi sebelum lebaran, pantauan koran ini menemukan beberapa kekurangan. Diantaranya adalah tidak adanya pembatas jalan. Selama melintasi jalur sepanjang 8 kilometer ini, pembatas di sisi kiri dan kanan memang dibuat dari kayu yang bercat biru dan putih.

Pembatas sederhana ini dijejer sekitar lima meter. Tujuannya untuk penanda kalau benda tersebut adalah pembatas jalan. ”Iya memang baru adanya seperti itu. Tapi sudah bisa digunakan,” kata Lutfianto, salah seorang petugas keamanan yang melintas di tempat tersebut.

Tidak hanya itu, untuk marka jalan juga belum ada. Sehingga, jalan tol ini masih berupa beton berwarna kecoklatan. Meski berupa beton, tapi konturnya sudah merata. Sehingga tidak bergoyang ketika dilintasi kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Selain itu, penerangan juga belum ada. Agar tidak membahayakan pengguna jalan, sementara ini pengoperasionalannya dilakukan pada pagi hingga sore hari. ”Informasinya dari pagi hingga tutup pukul 17.00,” imbuhnya.

Pernyataan Lutfianto tersebut dibenarkan oleh Agus Purnomo, Dirut PT Jasa Marga Pandaan-Malang. Saat dikonfirmasi, Agus membenarkan bahwa jalur tol dari Sumber Wuni menuju Karanglo akan beroperasi sejak pukul 07.00 hingga 17.00. ”Jelas, kalau malam tidak akan beroperasi,” kata dia melalui sambungan telepon.

Dia menegaskan, kalau jalan ini bahasa formalnya bukan jalan tol yang beroperasi. Tapi, jalan proyek yang digunakan dalam rangka lebaran. ”Makanya nanti penggunaannya kita akan berkoordinasi dengan Dishub (dinas perhubungan) dan kepolisian,” imbuhnya.
Disinggung mengenai beberapa perlengkapan yang kurang, Agus mengakui bahwa persiapannya tergolong minimalis. ”Ya namanya saja jalan proyek, seperti pembatas jalan memang ada, makanya kecepatan pengendara dibatasi,” imbuhnya.

Pembatasannya menurut dia adalah 60 kilometer per jam. Dengan demikian, jika ada pengendara yang ugal-ugalan di jalan tol ini akan ditindak oleh petugas jaga. ”Untuk marka jalan memang belum ada, makanya kecepatan kita batasi,” imbuhnya.

Sedangkan untuk jalan tol yang dibelah oleh jalan desa di Dengkol, menurut Agus nantinya akan ada supeltas yang menjaga. ”Tidak ada lampu merah, karena kalau orang yang menjaga nanti bisa lebih fleksibel,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jalan Tol Mapan tidak bisa seratus beroperasi karena ada berbagai kendala. Diantaranya, jembatan belum terpasang di Lawang. Ada juga tebing yang belum dikepras. Pengamatan wartawan koran ini, pengerukannya kurang sekitar 13 meter lagi. Sehingga, dibutuhkan waktu hingga 3-5 bulan lagi.

Sumber : http://www.radarmalang.id/

JELAJAH JALUR TOL MALANG–PANDAAN SEBELUM BEROPERASI 1

Jelang beroperasinya tol Malang–Pandaan (Mapan), Jawa Pos Radar Malang melakukan penelusuran jalur. Tujuannya untuk mengetahui apakah janji Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) mengoperasikan tol H-3 jelang Lebaran bisa terwujud atau tidak. Apa saja temuan tim setelah menelusuri rute sekitar 12 kilometer itu?

Tidak ada cerita liburan pada hari Minggu bagi pekerja proyek tol Malang–Pandaan (Mapan). Meski Minggu, kemarin (3/6) ratusan pekerja sibuk menggarap proyek mercusuar pemerintah pusat itu. Tim Jawa Pos Radar Malang yang melakukan jelajah mengambil titik dari Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Di kilometer 17 inilah terkuak salah satu masalah terbesar yang bisa mengancam pengoperasionalan tol Mapan seratus persen itu. Di tempat ini, membentang sungai Sumberporong yang lebarnya sekitar sepuluh meter.

Sungai inilah yang bakal pemudik lintasi di jalur tol Mapan secara keseluruhan. Lantaran, belum ada jembatan yang terpasang di sungai ini. Yang ada hanya abutment atau penyangga jembatan di sebelah selatan. Ada dua abutment berukuran jumbo yang terpasang.

Sedangkan di sisi utara, belum ada tanda-tanda pengerjaan jembatan. Yang ada hanya rerumputan dan ilalang. Abutment juga belum ada di sisi utara.

”Ya, jelas tidak bisa digunakan kalau tol yang di titik ini (Sumberporong). Kami memasang abutment ini saja butuh waktu tiga bulan,” kata Andro Febrianto, pekerja konstruksi, saat ditemui di lokasi kemarin.

Dengan demikian, pemasangan abutment di sisi utara juga memerlukan waktu tiga bulan. Sedangkan Lebaran tinggal menghitung hari. Artinya, pengoperasionalan seratus persen dipastikan setelah Lebaran.

Pemasangan abutment ini memang lama karena ukurannya jumbo. Lebarnya sekitar 40 meter dan tingginya 15 meter. Abutment ini untuk menyangga jembatan yang panjangnya 60 meter. Tidak jauh dari tempat itu, ada juga jembatan kecil yang belum terpasang.

Setelah memantau dua jembatan ini, tim jelajah menuju ke arah selatan. Di kilometer 18, tim jelajah menemukan jalan yang masih lean concrete (LC) atau beton dasar. Beton dasar ini sangatlah tipis, sekitar 10 sentimeter. Jadi, itu dinilai belum layak jika digunakan untuk jalan tol. Masih butuh pembetonan yang lebih tebal lagi.

Karena itu, di kilometer 18, tepatnya di Desa Sumber Ngepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, kemarin mulai dikebut pengerjaan power paver atau pengecoran beton.

Tebal beton ini sudah mencapai 40 sentimeter sehingga sudah layak digunakan untuk jalan tol. Kira-kira bentuk pengecoran beton ini sama dengan jenis jalan tol Pandaan–Sidoarjo yang sudah beroperasi lebih awal.

Hanya, pengerjaan beton tersebut hanya separo karena alatnya mampu mengerjakan empat meter saja. Dengan demikian, hanya separo beton tebal yang layak untuk jalan tol. Sedangkan yang lain masih beton dasar dengan ketebalan sekitar 10 sentimeter.

”Di titik ini memang baru dibeton empat minggu lalu sehingga sedikit yang selesai,” kata Fatoni, pekerja dari PP Presisi.

Untuk diketahui, PP Presisi merupakan anak perusahaan dari PT Pembangunan Perumahan (PP). Sedangkan PP adalah perusahaan pelat merah yang mengerjakan proyek tol Malang–Pandaan.

Sementara itu, Supervisor PT PP Wahyu Ferianto saat ditemui dalam pemantauan pengerjaan proyek kemarin menjelaskan secara gamblang rencana pengoperasian tol Malang–Pandaan. Khusus di Malang, yang beroperasi baru seksi 2B.

”Sedangkan saya adalah supervisor 2A yang saat ini sedang dikerjakan dan belum selesai untuk Lebaran ini,” kata Wahyu.

Seksi yang sudah siap dilintasi adalah kilometer 22. Tepatnya di Sumberwuni, Kecamatan Lawang. Setelah masuk pintu tol, pengendara dari Pandaan bisa ke selatan hingga ke Karanglo (Kecamatan Singosari). Exit tol ini berada di pertigaan Bentoel.

”Exit tol ini adalah di kilometer 30. Jadi, sekitar delapan kilo jalan tol yang bisa digunakan,” katanya.

Teknisnya, jika pengendara dari Surabaya, mereka bisa menggunakan jalan tol dari Pandaan hingga pintu keluar Lembahbang, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Dari Sukorejo, pengendara melintasi jalan provinsi non tol (jalan biasanya). Setelah itu masuk lagi di pintu tol Sumberwuni, Kecamatan Lawang. Dari Sumberwuni, pengguna jalan tol bisa melaju sepanjang delapan kilometer hingga pintu keluar di Karanglo.

Selanjutnya, setelah dari kilometer 18, tim jelajah menuju arah selatan. Sekitar dua kilometer tim jelajah menemukan tebing dengan ketinggian sekitar 20 meter. Meski sudah dikeruk, terlihat kalau tebing ini belum selesai pengeprasannya.

Di tebing ini terdapat empat ekskavator dan sejumlah truk yang hilir mudik mengangkut bebatuan hasil dari pengerukan. Melihat tebing yang masih separo pembongkaran itu sangatlah mustahil jalan ini dilintasi saat Lebaran. Mobil tim jelajah yang melintas di tempat ini saja harus bergantian dengan truk yang hilir mudik. Jalannya juga masih bebatuan.

sumber : http://www.radarmalang.id

TOL PANDAAN-MALANG SIAP DILEWATI PEMUDIK 2018

Jalan tol Pandaan-Malang diperkirakan selesai September 2018 mendatang. Meski begitu, sejumlah ruas jalan sudah bisa dilalui untuk jalur mudik Lebaran 2018.

“Semua jalan tol Jakarta-Surabaya, akan dioperasionalkan akhir 2018. Untuk Surabaya-Gempol-Pasuruan, dan Gempol-Pandaan-Malang. Tadi saya lewat situ, Pandaan-Malang, sebagian akan bisa dimanfaatkan untuk mudik. Tapi September baru akan diresmikan dari Pandaan-Malang,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada wartawan di Universitas Brawijaya, Jumat (1/6/2018).

Dia mengaku sejumlah ruas jalan tol Pandaan-Malang digunakan secara fungsional untuk mudik Lebaran 2018. Hal ini, dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur Surabaya-Malang dan sebaliknya. “Ada beberapa fungsional untuk menghindari kemacetan, seperti Singosari,” urainya.
Menurut dia, tol Pandaan-Malang memang tengah dipersiapkan sebagian jalurnya untuk mudik. Pengerjaan sudah berjalan dan ditargetkan 2 sampai 3 hari ini selesai.

“Tadi saya lewat sudah bagus, memang ada yang perlu dikerjakan dua sampai tiga hari ini akan selesai,” tuturnya.
Direktur Utama Jasa Marga Pandaan, Agus Purnomo turut mendampingi Menteri Basuki, menjelaskan, jika masih ada 20 persen belum dilakukan pembebasan lahan di tol Pandaan-Malang.

“Selebihinya, 80 persen sudah. Yang 20 persen itu, berada di sesi 5 yakni Singosari-Karanglo-Pakis-Sawojajar. Ada konsiyasi disana,” beber Agus.
Dia mengaku, exit tol untuk di wilayah Malang berada di kawasan Madypuro yang berdekatan dengan Velodrome masuk Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
“Ada di Karanglo juga, dan Ampeldento, untuk exit terakhir di wilayah Madyopuro,” aku dia.
Menteri Basuki menyebut, kesiapan jalan tol Jawa untuk mudik Lebaran 2018. Dengan panjang 760 km, mulai dari Jakarta-Surabaya. Meski demikian, pihaknya juga mempromosikan jalur pantai selatan (pansela) dengan panjang 1405 km, yang memiliki beragam destinasi wisata menarik dan kuliner.
“Pansela juga bagus, kita promosikan dengan keindahan destinasi wisatanya, agar tidak terpaku pada jalan tol,” tutur Basuki.

Dampak dari hadirnya tol tersebut memang diharapkan banyak pihak, dengan di fungsikan Tol ini tentunya akan memberi nilai lebih kepada calon pembeli di perumahan CitraGarden City Malang, karena CitraGarden City Malang merupakan perumahan di Malang yang dekat dengan akses Tol Malang-Pandaan (kurang lebih 5 km) , sehinggga jarak tempuh dari Lokasi CitraGarden City Malang menuju Surabaya akan lebih singkat.

[huge_it_slider id=”14″]

Saat ini CitraGarden City Malang akan membuka Cluster Terbaru , The Valley, dengan perkiraan harga 600jt an.
Jadi jangan tunggu lagi, segera Kunjungi kami di Marketing Point CitraGarden City Malang, Jln CitraGarden City Boulevard atau bisa di akses melalui nomor telepon Telp. 0341 7500 888.

(sumber : detikcom)