August 2018 - CitraGarden City Malang

Month: August 2018

Grup Ciputra Kembangkan Hunian Menengah Seluas 100 Ha di Timur Kota Malang

Grup Ciputra melalui PT Ciputra Residence menggarap proyek perumahan kelas menengah CitraGarden City di Kota Malang, Jawa Timur.

Proyek ini dikembangkan dengan nuansa resor mencakup lahan seluas 100 hektar di bagian timur Kota Malang, tidak jauh dari Bandara Abdulrahman Saleh dan ruas jalan tol baru yang saat ini dibangun, Pandaan-Malang.

Yance Onggo, Associate Director PT Ciputra Residence mengatakan, CitraGarden City merupakan proyek pertama Grup Ciputra di Kota Malang setelah sebelumnya sukses menggarap proyek properti landed di Kota Surabaya.

Selain didukung infrastruktur yang dekat bandara dan jalan tol baru, proyek ini juga ditopang oleh topografi kawasan yang berada di perbukitan dengan latar belakang Gunung Kawi.

Selain itu juga didukung oleh rencana pelebaran ruas Jalan Mayjen Sungkono yang menjadi gerbang masuk kawasan perumahan ini.

“CitraGarden Malang ini kita kembangkan dari developer terdahulu luasnya 100 ha. Dari 100 ha, kita kembangkan dulu 50 ha dulu dan launching perdana sudah kita lakukan Oktober 2015 atau sembilan bulan setelah kita launching proyek kita di Citra Maja Raya,” ungkap Yance Onggo.

Di tahap awal, hunian di Cluster Green Hill ditawarkan sekitar 130 unit dengan harga jual mulai dari Rp 500 jutaan hingga Rp 800 jutaan per unit.

Sebanyak 60 unit lainnya ditawarkan di Cluster The Peak dan dipasarkan perdana di 2016 dengan harga jual berkisar Rp 1 miliar sampai Rp 3 miliar per unitnya.

“Saat penawaran perdana langsung sold out dalam enam jam. Sebanyak 45 persen orang Malang, 45 persen orang Malang, sisanya dari Sidoarjo, luar kota dan ada beberapa dari luar negeri. Mungkin karena ingin ada kedekatan emosional lalu beli hunian di sini, selain juga karena keinginan miliki hunian yang lebih khas di Malang,” ungkap Yance.

Hunian yang ditawarkan di Green Hill ini terdiri dari hunian satu lantai dan dua lantai dengan luas tanah per unitnya 96 m2.

  • Gerbang masuk Cluster The Hill, salah satu cluster hunian segmen menengah di CitraGarden City, Malang.

Yance menjelaskan, dari total 50 ha area yang dikembangkan di tahap awal, area yang sudah diutulisasi atau dibangun mencapai 20 ha, terdiri dari 3 cluster dengan total 500 unit dan telah terjual semua.

“Pengembangan berikutnya kita lakukan untuk membangun hunian 30 ha, kita lakukan tahun ini. Namanya Cluster The Valley. Harga kita tawarkan Rp 564 juta per unit untuk luas lahan 72 m2 dengan luas bangunan 26 m2 sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Seperti pada cluster lainnya, seluruh utilitas di Cluster The Valley ini berada di bawah tanah didukung dengan taman tematik serta club house Eco Club.
“Cluster ini totalnya ada 160 unit yang akan kita bangun,” ungkap Yance.
Dari cluster ini ditawarkan juga hunian tipe 43/84 m2 dengan harga jual mulai dari Rp 691 juta termasuk PPN serta tipe 50/96 m2 dengan harga jual Rp 802 juta termasuk PPN.

“Cluster ini membidik konsumen dengan penghasilan 15-25 juta per bulan dengan cicilan mulai sekitar 5-8 kita per bulan. Keunggulannya, cluster ini dekat dengan taman tematik, utilities bawah tanah dan eco club. commercial area, hotel, restoran,” ungkap Yance Onggo

(Sumber : tribunnews.com)

September, Ciputra Lansir Rumah Berpanorama Gunung Kawi

Segmen pasar menengah atas masih menjadi katalisator pertumbuhan sektor properti di Indonesia.

Hal ini terbukti dengan penjualan 160 unit klaster Green Hill dan 30 unit The Peak di CitraGarden City, Malang, secara kilat hanya dalam waktu 6 jam.

Padahal, harga yang ditawarkan cukup menguras kantong kelas menengah yakni Rp 500 jutaan hingga Rp 800 jutaan untuk klaster Green Hill, dan Rp 1 miliar-Rp 3 miliar untuk The Peak.

Puas dengan catatan penjualan sempurna tahap I dan II, PT Ciputra Residence, sang pengembang melansir klaster The Peak tahap III dengan banderol di bawah Rp 1 miliar sebanyak 220 unit dan Rp 1 miliar-Rp 3 miliar sejumlah 60 unit.

Klaster ini pun terjual habis dalam hitungan jam, sehingga yang selanjutnya dilakukan Ciputra Residence adalah merealisasikan pembangunan 500 unit hunian tersebut di atas lahan seluas 20 hektar.

Menurut Associate Director PT Ciputra Residence Yance Onggo, terserapnya produk-produk CitraGarden City Malang karena segmen pasar yang dibidik memang membutuhkan hunian. ”

Mereka bukan investor yang menunda pembelian karena situasi ekonomi makro. Pembeli CitraGarden City Malang adalah end user yang betul-betul membutuhkan rumah,” cetus Yance menjawab Kompas.com, Rabu (15/8/2018).

Selain itu, lanjut Yance, waktu (timing) dilansirnya CitraGarden City Malang bertepatan dengan masa-masa bulan madu sektor properti yakni Oktober 2015.

Faktor lain adalah branding Ciputra yang melekat di benak publik, pengembangan infrastruktur konektivitas yang memudahkan akses dari dan menuju Kota Malang, serta konsep pengembangan yang memiliki diferensiasi dengan produk sejenis.

Pengembangan infrastruktur yang dimaksud adalah ruas Tol Pandaan-Malang yang merupakan bagian dari jaringan Tol Surabaya-Malang, pelebaran Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Ki Ageng Gribig di Kota Malang Timur, serta renovasi Bandara Abdurrachman Saleh.

Panoramik

CitraGarden City Malang menempati area seluas total 100 hektar di Jalan Mayjen Sungkono, Malang Timur.
Lahannya yang berkontur dan berada 541 meter di atas permukaan laut, memungkinkan Ciputra Residence menerapkan konsep urban resort dengan nilai jual panorama alam Gunung Kawi.

“Kondisi lahan berkontur ini menjadi keunggulan CitraGarden City. Penghuni dapat menikmati keindahan alam saat matahari terbit (sunrise) dan tenggelam (sunset) tanpa terhalang bangunan apapun,” jelas Yance.

Menyusul catatan serapan maksimal tiga klaster sebelumnya, Ciputra Residence akan melansir klaster anyar The Valley pada pertengahan September mendatang.


Sebanyak 160 unit The Valley dikembangkan yang terdiri dari tiga tipe yakni 26/72 meter persegi seharga Rp 564 juta, 33/72 dipatok senilai Rp 584 juta, 43/84 Rp 691 juta, dan tipe 50/96 dipasarkan Rp 802 juta.

Lokasi The Valley berdekatan dengan taman tematik, children playground, dan town center yang mencakup eco club house, eco park, hotel, dan restoran.

Dari pemasaran The Valley, Ciputra Residence menargetkan penjualan Rp 100 miliar.

Pembangunan The Valley berikut fasilitas eco club house, dan eco park senilai Rp 65 miliar, dimulai pada Desember mendatang.

“Serah terima dua tahun kemudian. Sementara tiga klaster awal sudah serah terima sejak 2017 dengan tingkat hunian 40 persen,” tambah Yance.

Jika kelak keseluruhan kawasan hunian ini terbangun, Yance menghitung, nilai investasinya bakal mencapai Rp 1,7 triliun.

Rinciannnya 50 hektar pertama yang terdiri dari 9 klaster dengan 1.500 unit rumah senilai Rp 1 triliun, dan sisanya Rp 700 miliar.

Nilai investasi ini di luar lahan, yang sudah dimiliki pengembang sejak 2013 silam.

Kenaikan harga

Perubahan orientasi pengembangan ke arah timur memotivasi Ciputra Residence untuk mengembangkan perumahan perdananya di kota apel ini.

Seluruh infrastruktur tersebut di atas, berada di kawasan timur, yang menjadikan lokasi CitraGarden City diklaim sangat strategis.

“Kami hanya berjarak 5 kilometer dari Bandara Abdurrachman Saleh, dan 5 kilometer ke pusat kota atau alun-alun,” ujar Yance.

Dengan lokasi strategis dan pengembangan fisik infrastruktur yang demikian masif, mendorong harga lahan dan properti di Malang Timur mengalami kenaikan signifikan.

Untuk harga lahan, saat ini sudah bertengger di angka Rp 4,5 juta per meter persegi dari sebelumnya pada 2014 hanya Rp 2,7 juta per meter persegi. Ini berarti kenaikannya mencapai 62 persen.

“Sementara harga propertinya masih relatif normal yakni sekitar 20 persen per tahun,” imbuh Yance. .

(sumber : https://properti.kompas.com/read/2018/08/15/180000221/september-ciputra-lansir-rumah-berpanorama-gunung-kawi)

Ciputra Bangun Kluster Perumahan Elite di Kota Malang Senilai Rp 1,7 T

PT Ciputra Residence kini tengah melanjutkan proyek Citragarden City Malang yang berlokasi di Jalan Mayjen Sungkono, Malang, Jawa Timur. Proyek yang telah dibangun sejak 2015 tersebut berdiri di atas lahan seluas 100 hektare (ha).
Associate Director PT Ciputra Residence, Yance Onggo, mengatakan untuk mengembangkan kawasan tersebut perusahaan menginvestasikan dana sekitar Rp 1,7 triliun.
“Sebenarnya secara keseluruhan Citragarden City Malang itu terdiri dari 100 ha. Untuk investasi 100 ha ini, developing cost dan buildingnya sekitar Rp 1,7 triliun,” kata Yance di Malang, Jawa Timur, Rabu (15/8).
Meski demikian, untuk tahap awal Ciputra akan menggarap 50 ha terlebih dahulu. Nantinya dalam 50 ha tersebut bakal dibangun 1.500 unit rumah yang terbagi dalam 9 klaster.
Hingga Agustus 2018, Yance mengatakan pihaknya telah membangun dan memasarkan sebanyak 500 rumah yang terbagi dari 3 klaster, yaitu Premium Cluster The Peak, Cluster Green Hill, dan Cluster Park Hill.
“Oktober 2015 kami launching klaster perdana. Sebanyak 130 unit ditawarkan pada harga di bawah Rp 1 miliar. Sedangkan 60 unit ditawarkan dengan harga Rp 1 miliar sampai Rp 3 miliar. Waktu itu semua unit yang ditawarkan sold out dalam 6 jam,” ujarnya.
Setelah klaster pertama, Yance mengatakan pihaknya melanjutkan dengan menawarkan klaster kedua sebanyak 220 unit untuk harga di bawah Rp 1 miliar. Selain itu ada pula 60 unit premium dengan rentang harga Rp 1 sampai Rp 3 miliar. Sama seperti klaster pertama, klaster kedua pun telah habis terjual.
“Rilis pengembangan berikutnya yaitu Cluster Valley. Perkenalkan ke market rencananya pertengahan September. Itu belum resmi launching. Kontruksi sudah mulai,” katanya.
Harga Perdana yang ditawarkan untuk klaster tersebut adalah mulai dari Rp 564 juta sudah termasuk PPN. Cicilan mulai 5 jutaan per bulan, dan KPR dengan DP mulai 5 persen.
Selain menggarap Cluster Valley, Yance mengatakan Ciputra Residance juga tengah membangun Fasilitas EcoClub dan Area Komersial yang berada di dalam kawasan tersebut.
(sumber : kumparan.com)

Prospek Malang Menjadi Destinasi Investasi Property

Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya dan kota terbesar ke-12 di Indonesia. Malang memiliki banyak julukan, selain sebagai kota pendidikan, juga dikenal sebagai Switzerland van Java. Dijuluki dengan nama ini karena Malang dikelilingi oleh deretan pegunungan dan dinilai memiliki tata kota yang rapi dan teratur, bak negara di Eropa tersebut.


Geliat pertumbuhan ekonomi di Malang sepanjang tahun 2017 turut dipengaruhi oleh sektor pendidikan, pariwisata dan properti. Peningkatan sektor sektor tersebut diharapkan akan makin terdorong dengan berbagai peningkatan pembangunan infrastruktur untuk mempermudah akses ke Malang maupun pembangunan infrastruktur di dalam Malang sendiri, seperti Rencana Bandara Abdurrachman Saleh menjadi Bandara Internasional, dan tersambungnya jalan tol Surabaya-Malang. Terlebih lagi, Kota Malang juga memiliki potensi wisata yang luar biasa. Bahkan masih banyak produk wisata yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata baru. Daya tarik wisata Malang bersumber dari banyak sektor, yaitu daya tarik alam, daya tarik bangunan sejarah, pendidikan, industri serta daya tarik sosial budaya, dimana satu sama lainnya saling menunjang sektor pariwisata. Malang telah lama mendapat julukan sebagai kota pendidikan, bahkan sejak jaman Hindia Belanda, sehingga setiap tahun selalu kedatangan mahaiswa/i baru dengan jumlah perkiraan sekitar 50 ribu orang setiap tahunnya.
Prospek Pertumbuhan ekonomi Malang akan terus meningkat seiring dengan dikebutnya berbagai pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan oleh pemerintah, diantaranya infrastruktur jalan, perubahan bandara Abdurachman Saleh menjadi Bandara Internasional dan beroperasinya tol Pandaan-Malang yang melanjutkan akses tol Surabay Malang.
Associate Director PT Ciputra Residence, Yance Onggo mengatakan saat ini dan ke depannya Prospek Pertumbuhan Property di Malang akan tumbuh pesat seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur menuju Kota Malang, seperti Pembangunan Jalan Tol Pandaan Malang yang menyambungkan Tol Surabaya Malang, dan pembangunan Bandara Abdurrachman Saleh menjadi lebih luas, modern, dan nyaman serta rencana menjadikannya sebagai Bandara International.
“Sejalan dengan rampungnya pembangunan Tol Pandaan-Malang membuat pemerintah Kota Malang juga menyiapkan infrastruktur jalan pendukung dalam kota dengan melakukan pelebaran jalan di area Malang Timur, antara lain Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Ki Ageng Gribig. Bahkan Bandara Abdurrachman Saleh pun berada sejalan dengan koridor jalan utama di kawasan Malang Timur. Semua memberikan dampak yang signifikan dan menjadikan Kawasan Malang Timur sebagai area paling prospektif di Malang,” kata Yance dalam keterangannya di Malang, 15 Agustus 2018.
“Malang secara umum dan Malang Timur khususnya, saat ini telah menjadi destinasi Investasi Property paling menjanjikan di Jawa Timur, seperti Kota Bandung yang pertumbuhan property nya berkembang pesat setelah akses Tol Jakarta Bandung rampung. Beli sekarang, Pasti Untung! ,” jelas Yance.

Ciputra Group kembangkan Property di Malang Timur

Potensi Property di Malang umumnya dan kawasan Malang Timur khususnya telah mejadi perhatian Ciputra Group , sehingga sejak tahun 2015 mulai dikembangkan Proyek Pertama Ciputra Group di Kota Malang yaitu CitraGarden City Malang. CitraGarden City Malang berada tepat di jalan Mayjen Sungkono, dikembangkan di atas lahan seluas 100 Ha dengan mengusung konsep Urban Resort Development, karena CitraGarden City Malang berada di salah satu titik tertinggi di Kota Malang sehingga memiliki kualitas pemandangan pegunungan panoramic dan kualitas udara yang lebih baik.
CitraGarden City Malang memang merupakan kombinasi kesempurnaan antara konsep alam dan modern. Setiap detil di area pengembangan ini adalah gabungan antara kebaikan alam dan inovasi terkini dengan tata ruang yang eksklusif dan modern. Lokasi CitraGarden City Malang yang terletak di Kotamadya juga sangat strategis, sangat memudahkan warga Malang untuk menikmati berbagai fasilitas yang ada.
“Fasilitas EcoClub kita sangat tematik, dengan menghadirkan konsep yang unik dan berbagai wahana di dalamnya juga bernuansa resort yang eksklusif, dengan fasilitas kebugaran indoor, outdoor yoga area, Kiddie Pool, Olympic Pool, dan Hutan Kota yang menyediakan pedestrian path menyusuri lembah dan perbukitan. Khusus EcoClub, kawasan ini akan menjadi bagian Town Center. Di dalam kawasan ini juga akan dilengkapi dengan hotel, Restaurant, Plaza dan area komersial lainnya.,” ungkap Yance.


CitraGarden City Malang sukses memasarkan dan membangun lebih dari 500 unit rumah yang terdiri dari Premium Cluster The Peak, Cluster Green Hill dan Cluster Park Hill. Seiring dengan pembangunan yang terus berjalan, kini CitraGarden City Malang sedang membangun Fasilitas EcoClub dan Area Komersial. Detail desain kawasan ini dilakukan dengan cermat dengan memanfaatkan keunikan dataran tinggi yang natural, dengan latar belakang pegunungan dan view yang menakjubkan. Everyday is a holiday bisa di rasakan oleh setiap keluarga yang tinggal di CitraGarden City Malang.
“Menjawab permintaan pasar akan hunian berkualitas dengan harga terjangkau, Ciputra group sedang mempersiapkan Launching Cluster terbaru The Valley di bulan September 2018, lokasinya berada di area perbukitan dengan pemandangan Gunung Arjuna yang menakjubkan. Lokasi Cluster The Valley hanya selangkah ke EcoClub dan Town Center. Harga Perdana mulai 564 Juta termasuk PPN, cicilan mulai 5 jutaan/bln, dan KPR DP mulai 5%. Kunjungi Rumah Contoh Cluster The Valley langsung dilokasi,” jelas Yance.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
Marketing Point CitraGarden City Malang
Jl. CitraGarden City Boulevard
Kel. Buring Kec. Kedungkandang
Kota Malang
P:+62-341-7500 888

Haagen-Dazs Hanya Rp 10.000!

Haagen-Dazs Hanya Rp 10.000! Hanya di Open House New Show Unit Cluster The Valley di CitraGarden City Malang.
Kunjungi CitraGarden City Malang akhir minggu ini (4-5 Agustus 2018) dan ikuti ICE CREAM PARTY Open House New Show Unit Cluster The Valley. Ada tiga rumah contoh baru yang bisa anda kunjungi bersama keluarga sambil menikmati suasana dann view pegunungan yang tiada taranya.

Secara Geografis, CitraGarden City Malang memiliki view terbaik dengan latar belakang Gunung Kawi, Gunung Arjuno dan Gunung Semeru yang telah menjadi trademark kota Malang. Dengan menawarkan kesejukan alami serta keindahan panorama alam yang memukau, mampu memberikan rasa nyaman, aman dan privasi yang terjaga bagi para penghuninya.

Berlokasi di Malang Timur yang merupakan kawasan pengembangan paling potensial dengan banyaknya pembangunan infrastruktur yaitu Jembatan Kedungkandang dan Pasar Induk Gadang. Area ini juga akan semakin berkembang dengan adanya akses tol Surabaya-Malang.

Segera berinvestasi di area yang paling potensial ini, hanya di CitraGarden City Malang. Informasi lebih lanjut Hub. Marketing Point CitraGarden City Malang di 0341 7500 888

JEMBATAN KEDUNGKANDANG SAH DIBANGUN LAGI

Keinginan wali kota Malang terpilih Sutiaji untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Kedungkandang bak gayung bersambut. Sebab, Polres Malang Kota yang menyelidiki perkara hukum memastikan, pembangunan jembatan tersebut sudah bisa dilanjutkan. Lahan yang dipakai jembatan tersebut tidak memilki masalah hukum. Yang sedang diselidiki polres hanya masalah penganggaran tahun 2012. Kalau lahannya aman-aman saja.

Kepala Unit Pidana Khusus Polres Malang Kota Iptu Rudy Hidajanto menjelaskan, penyelidikan kasus dugaan penyelewengan anggaran tahun 2012 tidak akan menghalangi pembangunan kembali Jembatan Kedungkandang. Dia menyebut, kasus lawas itu tidak akan menghalangi pembangunan kembali Jembatan Kedungkandang. Dia menyebut, kasus lawas itu tidak berkaitan langsung dengan jembatan tersebut. Karena yang diselidiki polisi, kata dia, soal anggaran. “Kalau sekarang dianggarkan lagi dan dilakukan pembangunan jembatan, tidak masalah. Karena kasus yang kami tangani itu kan 2012,” kata pria kelahiran Jombang itu.

Pernyataan Rudy ini tentu melegakan. Sebab. selama ini Wali Kota Malang (nonaktif) Moch Anton tidak berani melanjutkan pembangunan jembatan itu karena masih terlilit masalah hukum. Sejak 2013, sebelum Anton menjabat, proyek jembatan yang dimulai tahun 2012 itu sudah mangkrak. Penggarap proyek, PT Nugraha Adi Taruna, tidak bisa melanjutkan pembangunan. Padahal, Proyek itu baru memasang tiang pancang besi. Itu pun belum dicor. Setelah proyek mangkrak, tim badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyelidiki dan mencium ada kerugian Negara. Bahkan, komisi Pembaratasan Korupsi (KPK) juga melihat ada indikasi tidak beres dari proyek jembatan tersebut. Polres Malang Kota pun turun dengan melakukan penyelidikan dugaan kerugian Negara itu. Namun, hingga kini belum kelar.

Rudy meyakinkan, penganggaran proyek jembatan tahun 2012 yang sedang diselidiki tersebut, tidak berkaitan langsung dengan penganggaran yang mungkin dilakukan tahun ini. Sehingga, dia mempersilahkan saja jika Pemkot Malang ingin menganggarkan lagi. Sebelumnya, sejak tahun 2012, jembatan ini sudah dianggarkan hingga Rp. 70 miliar. “Dibangun atau tidaknya, itu kewenangan pemerintah kota. Tugas kami menyelidiki kasus yang terjadi di tahun 2012 itu,” kata perwira dengan dua strip itu.

Bukti jika jembatan itu boleh dibangun lagi, saat perkara ini diselidiki, Polres Malang Kota tidak pernah menyita barang apa pun dari proyek jembatan itu. Juga tidak ada police line. “Untuk penyelidikan kami masih mengajukan audit investigasi ke BPKP,” imbuhnya.
Seperti diberitakan, tiga megaproyek (salah satunya Jembatan Kedungkandang) yang tidak bisa dituntaskan dua wali kota sebelumnya (Peni Suparto dan Moch. Anton) menjadi perhatian serius Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Malang Sutiaji. (Plt) Wali Kota Malang Sutiaji yang akan dilantik pada September 2018 menggantikan Moch. Anton berkomitmen untuk menuntaskan ketiga proyek tersebut. Yakni Jembatan Kedungkandang, Pasar Induk Gadang dan Pasar Blimbing.

Dua dan tiga megaproyek tersebut ada di Malang Timur, yaitu Jembatan Kedungkandang dan Pasar Induk Gadang. Tentu keduanya menjadi titik penting bagi pengembangan wilayah, selain area ini juga akan menjadi semakin berkembang dengan adanya akses tol Surabaya-Malang. Segera berinvestasi di area yang paling potensial ini, hanya di CitraGarden City Malang.
CitraGarden City Malang dalam waktu dekat akan membuka Cluster Baru, “The Valley”. Lokasi New Cluster The Valley dekat dengan area SportClub dan Commercial Area yang saat ini dalam tahap pembangunan.

Dapatkan informasi New Cluster The Valley dengan mengunjungi Open House Show Unit di Marketing Point CitraGarden City Malang, Informasi lebih lanjut Hub. Marketing Point CitraGarden City Malang di 0341 750088

Sumber : Jawapos Radar Malang