admin, Author at CitraGarden City Malang

Author: admin

Dibuka Fungsional, Tol Pandaan-Malang Mulai Dipadati Kendaraan

Hari pertama dibuka secara fungsionalm tol Pandaan- Malang mulai dipadati kendaraan, Jumat (21/12/2018). Jalan tol yang masih tahap konstruksi itu dibuka untuk mengurai kemacetan saat libur Natal dan Tahun Baru 2019. Salah satu staf di PT Jasamarga Pandaan Malang, Indrawan mengatakan, sejak dibuka pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut sebanyak 2.696 kendaraan. Kondisi itu masih terbilang landai karena libur akhir tahun masih belum mencapai puncaknya. “Hari pertama lancar tidak ada kendala. Masih landai,” katanya, Jumat.

Diperkirakan, puncak kepadatan kendaraan di ruas jalan tol yang menghubungkan Pandaan dan Malang itu akan terjadi pada Senin (24/12/2018) hingga memasuki tahun baru 2019. Sementara itu, tol fungsional itu dibuka dari Pandaan, Kabupaten Pasuruan hingga ke exit tol di Karanglo, Kabupaten Malang. Kendaraan yang melintas tidak diperbolehkan melaju dengan kecepatan tinggi karena ruas jalan tol tersebut belum selesai total. Pihak Jasamarga Pandaan Malang menyiagakan petugasnya di sejumlah titik rawan untuk memastikan keamanan pengendara. “Yang perlu penjagaan di Dengkol. Karena masih persimpangan sebidang,” katanya. Sementara itu, tol tersebut memiliki kapasitas sebanyak 4.161 kendaraan per jam setelah resmi difungsikan nanti.

Bram Robert, salah satu pengendara asal Malang mengatakan, tol fungsional itu mampu menghemat waktu perjalanannya. Biasanya ia terjebak macet, namun dengan adanya ruas tol itu perjalanannya menjadi lancar. “Dari Pandaan sampai ke Malang sini sekitar 20 menit. Saya melaju dengan kecepatan sekitar 40 kilometer perjam,” katanya. Berdasarkan pantauan di lapangan, fungsional tol itu mampu mengurai kemacetan di sepanjang jalur utama Singosari hingga Lawang. Biasanya, jalur yang menghubungkan Malang dengan Surabaya itu macet. Apalagi jika memasuki hari libur. Rencananya, tol fungsional Pandaan – Malang itu dibuka sampai tanggal 3 Januari 2019. Tol itu hanya dibuka untuk satu jalur.

Pada tanggal 21 hingga 25 Desember 2018, tol itu dibuka untuk jalur Pandaan menuju Malang. Sedangkan pada tanggal 26 hingga 27 Desember 2018, tol itu dibuka untuk jalur dari Malang menuju Pandaan. Lalu pada tanggal 28 hingga 31 Desember 2018, ruas tol itu akan berfungsi untuk jalur Pandaan menuju Malang. Pada tanggal 1 hingga 3 Januari 2019, tol itu kembali dibuka untuk jalur dari Malang menuju Pandaan. Penentuan jalur itu disesuaikan dengan prediksi padatnya kendaraan. Tol itu hanya dibuka pada siang hari, mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Nah buat anda yang lagi liburan Natal dan Tahun Baru di Malang jangan lupa untuk mengunjungi Marketing Point CitraGarden City Malang, Setiap akhir pekan kita ada acara Open House Show Unit jam 10.00-16.00 WIB.

Dapatkan info promo menarik akhir tahun sambil menikmati hidangan yang ada Gratiss!!! Info lebih lanjut segera kunjungi Marketing Point CitraGarden City Malang di Jln CitraGarden City Boulevard telp. 0341 7500888 atau agent kepercayaan Anda.

sumber : kompas.com

22 Hari Lagi, Tol Mapan Di Buka

Sekitar 22 hari lagi, tol Malang-Pandaan (Mapan) dibuka. Tapi pengoperasionalan tol sepanjang 38 kilometer itu hanya lima hari, yakni 28 Desember 2018 – 01 Januari 2019. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan akibat lonjakan wisatawan di musim libur Natal dan Tahun Baru.
Kasatlantas Polres Malang, AKP Wiliam Thamrin Simatupang menyatakan, pengoperasionalan tol Mapan mulai H-3 jelang libur Tahun Baru. “Mulai 28-31 Desember 2018, jalur yang difungsikan dari arah Surabaya ke Malang. Sebaliknya. Pada 1 Januari 2019, jalur dari arah Malang ke Surabaya,” ujar William kemarin.

Polres Malang-PT Jasa Marga Sudah Survei Jalur
Mantan Kasatlantas Polres Ponorogo itu menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait rencana pembukaan tol Mapan untuk sementara. Yakni, Polres Malang Kota (Makota), Dinas Perhubungan (Dishub) Kapupaten Malang dan Kota Malang, serta PT Jasa Marga. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempersiapkan jelang pengoperasian musim libur Natal dan Tahun Baru. “Kami juga sudah survei dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Jatim, Insya Allah, difunsionalkan kembali,” kata dia.
Senada dengan William, Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Malang Kota (Makota) Iptu Endiex Purwanto juga menyampaikan rencana membuka pintu tol Mapan untuk sementara waktu. “Tol akan dibuka hanya (dari Pandaan) hingga exit tol di Karanglo (kecamatan Singosari, Kabupaten Malang),” ujarnya.
Purwanto optimistis jika tol Mapan difungsikan, arus kemacetan dari arah Surabaya bisa teratasi. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, libur Natal dan Tahun Baru selalu dipadati kendaraan. Khususnya pengendara dari arah Surabaya.
Nantinya, kendaraan dari arah Surabaya tidak akan berjubel di Lawang hingga Singosari. Sebab, dari Pandaan mereka sudah melintasi jalur tol hingga pintu keluar di Karanglo (Singosari). Meski begiti, pihaknya juga tetap mengupayakan adanya jalur alternatif. “Maka dari itu, kami kerja sama dengan semua pihak,” terangnya.

Dibuka Pukul 06.00, Tutup pukul 17.00
Terpisah, Direktur Utama PT Jasa Marga Pandaan Malang Agus Purnomo membenarkan rencana berfungsinya tol Mapan pada 28 Desember 2018. Hal itu dilakukan untuk menyambut musim libur tahun Baru.”Akhir bulan (Desember) ini ada hari libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang diprediksi jalur arah Malang maupun sebaliknya sangat padat,” ujar Agus saat di konfirmasi.
Menurut dia rencana tersebut sangat diperlukan. Terlebih saat ini progress ruas seksi 1 sampai 3 itu sudah rampung. Dia mengklaim pengoperasionalannya hanya menunggu peresmian. “Sudah siap (bisa difungsikan),” kata dia.
Agus memaparkan, pengerjaan proyek tol Mapan dibagi 5 seksi Wilayah. Seksi 1 adalah Pandaan Purwodadi sepanjang 15,47 km, lalu seksi 2 menghubungkan Purwdadi-Lawang sepanjang 8,05 km. Dan seksi 3 dari Lawang menuju Singosari sepanjang 7,10 km.
Berikutnya adalah seksi 4 dari singosari ke Pakis sepanjang 4,75 km dan terakhir adalah seksi 5 yang menghubungkan Pakis-Kota Malang sepanjang 3,11 km. “Ruas tol yang bisa digunakan sementara waktu ini masih seksi 1-3. Kalau berjalan sesuai rencana maka di fungsionalkannya mulai 22 Desember 2018,” ucapnya.
Dia juga menyebutkan bahwa dioperasionalkan tol tersebut masih batas waktu. Yakni diperbolehkan masuk tol mulai pukul 06.00 dan di tutup pukul 17.00. “Inikan masih fungsional jadi dibatasi waktu dan digratiskan dulu. Paling penting berhati-hatilah saat berkendara meski ada petugas yang jaga,” tutur Agus. Ruas tol ini memiliki 5 pintu keluar. Masing-masing di Purwodadi, Lawang, Karanglo, Pakis dan di Kota Malang.

CitraGarden City Malang merupakan proyek pengembangan oleh Ciputra Group di Kota Malang, yang hanya berjarak 4km dari exit Tol Malang – Pandaan. CitraGarden City Malang memiliki view terbaik dengan latar belakang pegunungan yang telah menjadi trademark kota Malang.
Bulan September 2018 CitraGarden City Malang meluncurkan Cluster The Valley, Rumah di area perbukitan dengan view panorama Gunung Kawi-Panderman-Arjuno. Lokasi selangkah ke Town Center (EcoClub House, EcoPark, Restaurant, Hotel, Commercial Area dengan harga mulai 574 JT (Incl PPN).
Akhir tahun ini CitraGarden City Malang memberikan promo pembayaran melalui KPR dengan DP mulai 5%, atau pembayaran In House s/d 36x. Selaiin itu ada hadiah langsung AC atau Emas Logam Mulia.

Info lebih lanjut segera kunjungi Marketing Point CitraGarden City Malang di Jln CitraGarden City Boulevard telp. 0341 7500888 atau hub agent kepercayaan Anda.

(sumber:Radar Malang)

Konstruksi Capai 71%, Tol Pandaan-Malang Beroperasi Awal 2019

Proyek Tol Pandaan-Malang sepanjang 38,48 km sedang berjalan. Saat ini progres konstruksi mencapai 71%.

“Progres secara keseluruhan untuk konstruksi 71 persen dan progres lahan (yang sudah dibebaskan) 90 persen,” kata Dirut PT Jasa Marga Tol Pandaan-Malang, Agus Purnomo saat media visit Tol Pandaan-Malang, Kamis (4/10/2018).

Agus mengatakan proyek Tol Pandaan-Malang mempunyai 5 seksi ini, 3 seksinya diantaranya dipastikan selesai konstruksi awal Desember 2018.

“Target kami konstruksi (pengerjaan) awal Desember seksi 1-3 sepanjang 30 km sudah selesai. Jika seluruh seksi (5 seksi) kemungkinan awal triwulan 2019,” katanya.

Setelah konstruksi rampung, operasional Tol Pandaan-Malang seksi 1-3 harus melewati uji kelayakan. Meski harus uji kelayakan, tol Pandaan Malang rencananya akan dibuka fungsional saat Natal dan Tahun Baru.

“Seksi 1-3, fungsional atau non tarif saat Natal Tahun baru kemungkinan besar buka, kita siap. Untuk dibuka normal kita menunggu uji kelayakan dan kita perkirakan awal 2019 sudah operasional (seksi 1-3),” lanjut Agus.

Agus menambahkan tarif tol yang memiliki 4 rest area ini di bawah Rp 1.000/km. “Saya pastikan tidak akan lebih dari 1.000/km,” tambah Agus.

CitraGarden City Malang yang berlokasi sangat Strategis tidak jauh dari exit Tol Malang-Surabaya (+ 4 km) dan berada di kawasan Malang Timur yg menjadi area pengembangan Infrastruktur oleh Pemerintah, serta berada di Salah satu Titik Tertinggi di Malang, sehingga memiliki Keunggulan View dan Kualitas Udara yang segar dan lebih baik

CitraGarden City Malang meluncurkan New Cluster THE VALLEY. Cluster ini memiliki keunggulan :
– Lokasi di Kotamadya Malang, hanya 5km dari Alun-Alun Malang.
– Potensi pengembangan tertinggi, hanya 5km dari rencana akses Tol Surabaya-Malang.
– Konsep Urban Resort, dengan view pegunungan (Gn. Kawi, Panderman, Arjuno, Semeru) yang menakjubkan.
– Harga perdana mulai Rp 564jt! sudah termasuk PPN, DP KPR 5% dan cicilan mulai Rp 5jt
Dapatkan BONUS khusus untuk pembelian The Valley ✨ FREE Emas 10gr atau 2 unit AC (s/d Bulan Oktober).
Informasi lebih lanjut hubungi Marketing Point CitraGarden City Malang bisa di akses melalui nomor telepon 0341 7500 888 atau agent property kepercayaan anda.

(sumber : Detik.com)

Grup Ciputra Kembangkan Hunian Menengah Seluas 100 Ha di Timur Kota Malang

Grup Ciputra melalui PT Ciputra Residence menggarap proyek perumahan kelas menengah CitraGarden City di Kota Malang, Jawa Timur.

Proyek ini dikembangkan dengan nuansa resor mencakup lahan seluas 100 hektar di bagian timur Kota Malang, tidak jauh dari Bandara Abdulrahman Saleh dan ruas jalan tol baru yang saat ini dibangun, Pandaan-Malang.

Yance Onggo, Associate Director PT Ciputra Residence mengatakan, CitraGarden City merupakan proyek pertama Grup Ciputra di Kota Malang setelah sebelumnya sukses menggarap proyek properti landed di Kota Surabaya.

Selain didukung infrastruktur yang dekat bandara dan jalan tol baru, proyek ini juga ditopang oleh topografi kawasan yang berada di perbukitan dengan latar belakang Gunung Kawi.

Selain itu juga didukung oleh rencana pelebaran ruas Jalan Mayjen Sungkono yang menjadi gerbang masuk kawasan perumahan ini.

“CitraGarden Malang ini kita kembangkan dari developer terdahulu luasnya 100 ha. Dari 100 ha, kita kembangkan dulu 50 ha dulu dan launching perdana sudah kita lakukan Oktober 2015 atau sembilan bulan setelah kita launching proyek kita di Citra Maja Raya,” ungkap Yance Onggo.

Di tahap awal, hunian di Cluster Green Hill ditawarkan sekitar 130 unit dengan harga jual mulai dari Rp 500 jutaan hingga Rp 800 jutaan per unit.

Sebanyak 60 unit lainnya ditawarkan di Cluster The Peak dan dipasarkan perdana di 2016 dengan harga jual berkisar Rp 1 miliar sampai Rp 3 miliar per unitnya.

“Saat penawaran perdana langsung sold out dalam enam jam. Sebanyak 45 persen orang Malang, 45 persen orang Malang, sisanya dari Sidoarjo, luar kota dan ada beberapa dari luar negeri. Mungkin karena ingin ada kedekatan emosional lalu beli hunian di sini, selain juga karena keinginan miliki hunian yang lebih khas di Malang,” ungkap Yance.

Hunian yang ditawarkan di Green Hill ini terdiri dari hunian satu lantai dan dua lantai dengan luas tanah per unitnya 96 m2.

  • Gerbang masuk Cluster The Hill, salah satu cluster hunian segmen menengah di CitraGarden City, Malang.

Yance menjelaskan, dari total 50 ha area yang dikembangkan di tahap awal, area yang sudah diutulisasi atau dibangun mencapai 20 ha, terdiri dari 3 cluster dengan total 500 unit dan telah terjual semua.

“Pengembangan berikutnya kita lakukan untuk membangun hunian 30 ha, kita lakukan tahun ini. Namanya Cluster The Valley. Harga kita tawarkan Rp 564 juta per unit untuk luas lahan 72 m2 dengan luas bangunan 26 m2 sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Seperti pada cluster lainnya, seluruh utilitas di Cluster The Valley ini berada di bawah tanah didukung dengan taman tematik serta club house Eco Club.
“Cluster ini totalnya ada 160 unit yang akan kita bangun,” ungkap Yance.
Dari cluster ini ditawarkan juga hunian tipe 43/84 m2 dengan harga jual mulai dari Rp 691 juta termasuk PPN serta tipe 50/96 m2 dengan harga jual Rp 802 juta termasuk PPN.

“Cluster ini membidik konsumen dengan penghasilan 15-25 juta per bulan dengan cicilan mulai sekitar 5-8 kita per bulan. Keunggulannya, cluster ini dekat dengan taman tematik, utilities bawah tanah dan eco club. commercial area, hotel, restoran,” ungkap Yance Onggo

(Sumber : tribunnews.com)

September, Ciputra Lansir Rumah Berpanorama Gunung Kawi

Segmen pasar menengah atas masih menjadi katalisator pertumbuhan sektor properti di Indonesia.

Hal ini terbukti dengan penjualan 160 unit klaster Green Hill dan 30 unit The Peak di CitraGarden City, Malang, secara kilat hanya dalam waktu 6 jam.

Padahal, harga yang ditawarkan cukup menguras kantong kelas menengah yakni Rp 500 jutaan hingga Rp 800 jutaan untuk klaster Green Hill, dan Rp 1 miliar-Rp 3 miliar untuk The Peak.

Puas dengan catatan penjualan sempurna tahap I dan II, PT Ciputra Residence, sang pengembang melansir klaster The Peak tahap III dengan banderol di bawah Rp 1 miliar sebanyak 220 unit dan Rp 1 miliar-Rp 3 miliar sejumlah 60 unit.

Klaster ini pun terjual habis dalam hitungan jam, sehingga yang selanjutnya dilakukan Ciputra Residence adalah merealisasikan pembangunan 500 unit hunian tersebut di atas lahan seluas 20 hektar.

Menurut Associate Director PT Ciputra Residence Yance Onggo, terserapnya produk-produk CitraGarden City Malang karena segmen pasar yang dibidik memang membutuhkan hunian. ”

Mereka bukan investor yang menunda pembelian karena situasi ekonomi makro. Pembeli CitraGarden City Malang adalah end user yang betul-betul membutuhkan rumah,” cetus Yance menjawab Kompas.com, Rabu (15/8/2018).

Selain itu, lanjut Yance, waktu (timing) dilansirnya CitraGarden City Malang bertepatan dengan masa-masa bulan madu sektor properti yakni Oktober 2015.

Faktor lain adalah branding Ciputra yang melekat di benak publik, pengembangan infrastruktur konektivitas yang memudahkan akses dari dan menuju Kota Malang, serta konsep pengembangan yang memiliki diferensiasi dengan produk sejenis.

Pengembangan infrastruktur yang dimaksud adalah ruas Tol Pandaan-Malang yang merupakan bagian dari jaringan Tol Surabaya-Malang, pelebaran Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Ki Ageng Gribig di Kota Malang Timur, serta renovasi Bandara Abdurrachman Saleh.

Panoramik

CitraGarden City Malang menempati area seluas total 100 hektar di Jalan Mayjen Sungkono, Malang Timur.
Lahannya yang berkontur dan berada 541 meter di atas permukaan laut, memungkinkan Ciputra Residence menerapkan konsep urban resort dengan nilai jual panorama alam Gunung Kawi.

“Kondisi lahan berkontur ini menjadi keunggulan CitraGarden City. Penghuni dapat menikmati keindahan alam saat matahari terbit (sunrise) dan tenggelam (sunset) tanpa terhalang bangunan apapun,” jelas Yance.

Menyusul catatan serapan maksimal tiga klaster sebelumnya, Ciputra Residence akan melansir klaster anyar The Valley pada pertengahan September mendatang.


Sebanyak 160 unit The Valley dikembangkan yang terdiri dari tiga tipe yakni 26/72 meter persegi seharga Rp 564 juta, 33/72 dipatok senilai Rp 584 juta, 43/84 Rp 691 juta, dan tipe 50/96 dipasarkan Rp 802 juta.

Lokasi The Valley berdekatan dengan taman tematik, children playground, dan town center yang mencakup eco club house, eco park, hotel, dan restoran.

Dari pemasaran The Valley, Ciputra Residence menargetkan penjualan Rp 100 miliar.

Pembangunan The Valley berikut fasilitas eco club house, dan eco park senilai Rp 65 miliar, dimulai pada Desember mendatang.

“Serah terima dua tahun kemudian. Sementara tiga klaster awal sudah serah terima sejak 2017 dengan tingkat hunian 40 persen,” tambah Yance.

Jika kelak keseluruhan kawasan hunian ini terbangun, Yance menghitung, nilai investasinya bakal mencapai Rp 1,7 triliun.

Rinciannnya 50 hektar pertama yang terdiri dari 9 klaster dengan 1.500 unit rumah senilai Rp 1 triliun, dan sisanya Rp 700 miliar.

Nilai investasi ini di luar lahan, yang sudah dimiliki pengembang sejak 2013 silam.

Kenaikan harga

Perubahan orientasi pengembangan ke arah timur memotivasi Ciputra Residence untuk mengembangkan perumahan perdananya di kota apel ini.

Seluruh infrastruktur tersebut di atas, berada di kawasan timur, yang menjadikan lokasi CitraGarden City diklaim sangat strategis.

“Kami hanya berjarak 5 kilometer dari Bandara Abdurrachman Saleh, dan 5 kilometer ke pusat kota atau alun-alun,” ujar Yance.

Dengan lokasi strategis dan pengembangan fisik infrastruktur yang demikian masif, mendorong harga lahan dan properti di Malang Timur mengalami kenaikan signifikan.

Untuk harga lahan, saat ini sudah bertengger di angka Rp 4,5 juta per meter persegi dari sebelumnya pada 2014 hanya Rp 2,7 juta per meter persegi. Ini berarti kenaikannya mencapai 62 persen.

“Sementara harga propertinya masih relatif normal yakni sekitar 20 persen per tahun,” imbuh Yance. .

(sumber : https://properti.kompas.com/read/2018/08/15/180000221/september-ciputra-lansir-rumah-berpanorama-gunung-kawi)

Ciputra Bangun Kluster Perumahan Elite di Kota Malang Senilai Rp 1,7 T

PT Ciputra Residence kini tengah melanjutkan proyek Citragarden City Malang yang berlokasi di Jalan Mayjen Sungkono, Malang, Jawa Timur. Proyek yang telah dibangun sejak 2015 tersebut berdiri di atas lahan seluas 100 hektare (ha).
Associate Director PT Ciputra Residence, Yance Onggo, mengatakan untuk mengembangkan kawasan tersebut perusahaan menginvestasikan dana sekitar Rp 1,7 triliun.
“Sebenarnya secara keseluruhan Citragarden City Malang itu terdiri dari 100 ha. Untuk investasi 100 ha ini, developing cost dan buildingnya sekitar Rp 1,7 triliun,” kata Yance di Malang, Jawa Timur, Rabu (15/8).
Meski demikian, untuk tahap awal Ciputra akan menggarap 50 ha terlebih dahulu. Nantinya dalam 50 ha tersebut bakal dibangun 1.500 unit rumah yang terbagi dalam 9 klaster.
Hingga Agustus 2018, Yance mengatakan pihaknya telah membangun dan memasarkan sebanyak 500 rumah yang terbagi dari 3 klaster, yaitu Premium Cluster The Peak, Cluster Green Hill, dan Cluster Park Hill.
“Oktober 2015 kami launching klaster perdana. Sebanyak 130 unit ditawarkan pada harga di bawah Rp 1 miliar. Sedangkan 60 unit ditawarkan dengan harga Rp 1 miliar sampai Rp 3 miliar. Waktu itu semua unit yang ditawarkan sold out dalam 6 jam,” ujarnya.
Setelah klaster pertama, Yance mengatakan pihaknya melanjutkan dengan menawarkan klaster kedua sebanyak 220 unit untuk harga di bawah Rp 1 miliar. Selain itu ada pula 60 unit premium dengan rentang harga Rp 1 sampai Rp 3 miliar. Sama seperti klaster pertama, klaster kedua pun telah habis terjual.
“Rilis pengembangan berikutnya yaitu Cluster Valley. Perkenalkan ke market rencananya pertengahan September. Itu belum resmi launching. Kontruksi sudah mulai,” katanya.
Harga Perdana yang ditawarkan untuk klaster tersebut adalah mulai dari Rp 564 juta sudah termasuk PPN. Cicilan mulai 5 jutaan per bulan, dan KPR dengan DP mulai 5 persen.
Selain menggarap Cluster Valley, Yance mengatakan Ciputra Residance juga tengah membangun Fasilitas EcoClub dan Area Komersial yang berada di dalam kawasan tersebut.
(sumber : kumparan.com)

Prospek Malang Menjadi Destinasi Investasi Property

Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya dan kota terbesar ke-12 di Indonesia. Malang memiliki banyak julukan, selain sebagai kota pendidikan, juga dikenal sebagai Switzerland van Java. Dijuluki dengan nama ini karena Malang dikelilingi oleh deretan pegunungan dan dinilai memiliki tata kota yang rapi dan teratur, bak negara di Eropa tersebut.


Geliat pertumbuhan ekonomi di Malang sepanjang tahun 2017 turut dipengaruhi oleh sektor pendidikan, pariwisata dan properti. Peningkatan sektor sektor tersebut diharapkan akan makin terdorong dengan berbagai peningkatan pembangunan infrastruktur untuk mempermudah akses ke Malang maupun pembangunan infrastruktur di dalam Malang sendiri, seperti Rencana Bandara Abdurrachman Saleh menjadi Bandara Internasional, dan tersambungnya jalan tol Surabaya-Malang. Terlebih lagi, Kota Malang juga memiliki potensi wisata yang luar biasa. Bahkan masih banyak produk wisata yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata baru. Daya tarik wisata Malang bersumber dari banyak sektor, yaitu daya tarik alam, daya tarik bangunan sejarah, pendidikan, industri serta daya tarik sosial budaya, dimana satu sama lainnya saling menunjang sektor pariwisata. Malang telah lama mendapat julukan sebagai kota pendidikan, bahkan sejak jaman Hindia Belanda, sehingga setiap tahun selalu kedatangan mahaiswa/i baru dengan jumlah perkiraan sekitar 50 ribu orang setiap tahunnya.
Prospek Pertumbuhan ekonomi Malang akan terus meningkat seiring dengan dikebutnya berbagai pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan oleh pemerintah, diantaranya infrastruktur jalan, perubahan bandara Abdurachman Saleh menjadi Bandara Internasional dan beroperasinya tol Pandaan-Malang yang melanjutkan akses tol Surabay Malang.
Associate Director PT Ciputra Residence, Yance Onggo mengatakan saat ini dan ke depannya Prospek Pertumbuhan Property di Malang akan tumbuh pesat seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur menuju Kota Malang, seperti Pembangunan Jalan Tol Pandaan Malang yang menyambungkan Tol Surabaya Malang, dan pembangunan Bandara Abdurrachman Saleh menjadi lebih luas, modern, dan nyaman serta rencana menjadikannya sebagai Bandara International.
“Sejalan dengan rampungnya pembangunan Tol Pandaan-Malang membuat pemerintah Kota Malang juga menyiapkan infrastruktur jalan pendukung dalam kota dengan melakukan pelebaran jalan di area Malang Timur, antara lain Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Ki Ageng Gribig. Bahkan Bandara Abdurrachman Saleh pun berada sejalan dengan koridor jalan utama di kawasan Malang Timur. Semua memberikan dampak yang signifikan dan menjadikan Kawasan Malang Timur sebagai area paling prospektif di Malang,” kata Yance dalam keterangannya di Malang, 15 Agustus 2018.
“Malang secara umum dan Malang Timur khususnya, saat ini telah menjadi destinasi Investasi Property paling menjanjikan di Jawa Timur, seperti Kota Bandung yang pertumbuhan property nya berkembang pesat setelah akses Tol Jakarta Bandung rampung. Beli sekarang, Pasti Untung! ,” jelas Yance.

Ciputra Group kembangkan Property di Malang Timur

Potensi Property di Malang umumnya dan kawasan Malang Timur khususnya telah mejadi perhatian Ciputra Group , sehingga sejak tahun 2015 mulai dikembangkan Proyek Pertama Ciputra Group di Kota Malang yaitu CitraGarden City Malang. CitraGarden City Malang berada tepat di jalan Mayjen Sungkono, dikembangkan di atas lahan seluas 100 Ha dengan mengusung konsep Urban Resort Development, karena CitraGarden City Malang berada di salah satu titik tertinggi di Kota Malang sehingga memiliki kualitas pemandangan pegunungan panoramic dan kualitas udara yang lebih baik.
CitraGarden City Malang memang merupakan kombinasi kesempurnaan antara konsep alam dan modern. Setiap detil di area pengembangan ini adalah gabungan antara kebaikan alam dan inovasi terkini dengan tata ruang yang eksklusif dan modern. Lokasi CitraGarden City Malang yang terletak di Kotamadya juga sangat strategis, sangat memudahkan warga Malang untuk menikmati berbagai fasilitas yang ada.
“Fasilitas EcoClub kita sangat tematik, dengan menghadirkan konsep yang unik dan berbagai wahana di dalamnya juga bernuansa resort yang eksklusif, dengan fasilitas kebugaran indoor, outdoor yoga area, Kiddie Pool, Olympic Pool, dan Hutan Kota yang menyediakan pedestrian path menyusuri lembah dan perbukitan. Khusus EcoClub, kawasan ini akan menjadi bagian Town Center. Di dalam kawasan ini juga akan dilengkapi dengan hotel, Restaurant, Plaza dan area komersial lainnya.,” ungkap Yance.


CitraGarden City Malang sukses memasarkan dan membangun lebih dari 500 unit rumah yang terdiri dari Premium Cluster The Peak, Cluster Green Hill dan Cluster Park Hill. Seiring dengan pembangunan yang terus berjalan, kini CitraGarden City Malang sedang membangun Fasilitas EcoClub dan Area Komersial. Detail desain kawasan ini dilakukan dengan cermat dengan memanfaatkan keunikan dataran tinggi yang natural, dengan latar belakang pegunungan dan view yang menakjubkan. Everyday is a holiday bisa di rasakan oleh setiap keluarga yang tinggal di CitraGarden City Malang.
“Menjawab permintaan pasar akan hunian berkualitas dengan harga terjangkau, Ciputra group sedang mempersiapkan Launching Cluster terbaru The Valley di bulan September 2018, lokasinya berada di area perbukitan dengan pemandangan Gunung Arjuna yang menakjubkan. Lokasi Cluster The Valley hanya selangkah ke EcoClub dan Town Center. Harga Perdana mulai 564 Juta termasuk PPN, cicilan mulai 5 jutaan/bln, dan KPR DP mulai 5%. Kunjungi Rumah Contoh Cluster The Valley langsung dilokasi,” jelas Yance.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
Marketing Point CitraGarden City Malang
Jl. CitraGarden City Boulevard
Kel. Buring Kec. Kedungkandang
Kota Malang
P:+62-341-7500 888

Haagen-Dazs Hanya Rp 10.000!

Haagen-Dazs Hanya Rp 10.000! Hanya di Open House New Show Unit Cluster The Valley di CitraGarden City Malang.
Kunjungi CitraGarden City Malang akhir minggu ini (4-5 Agustus 2018) dan ikuti ICE CREAM PARTY Open House New Show Unit Cluster The Valley. Ada tiga rumah contoh baru yang bisa anda kunjungi bersama keluarga sambil menikmati suasana dann view pegunungan yang tiada taranya.

Secara Geografis, CitraGarden City Malang memiliki view terbaik dengan latar belakang Gunung Kawi, Gunung Arjuno dan Gunung Semeru yang telah menjadi trademark kota Malang. Dengan menawarkan kesejukan alami serta keindahan panorama alam yang memukau, mampu memberikan rasa nyaman, aman dan privasi yang terjaga bagi para penghuninya.

Berlokasi di Malang Timur yang merupakan kawasan pengembangan paling potensial dengan banyaknya pembangunan infrastruktur yaitu Jembatan Kedungkandang dan Pasar Induk Gadang. Area ini juga akan semakin berkembang dengan adanya akses tol Surabaya-Malang.

Segera berinvestasi di area yang paling potensial ini, hanya di CitraGarden City Malang. Informasi lebih lanjut Hub. Marketing Point CitraGarden City Malang di 0341 7500 888

JEMBATAN KEDUNGKANDANG SAH DIBANGUN LAGI

Keinginan wali kota Malang terpilih Sutiaji untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Kedungkandang bak gayung bersambut. Sebab, Polres Malang Kota yang menyelidiki perkara hukum memastikan, pembangunan jembatan tersebut sudah bisa dilanjutkan. Lahan yang dipakai jembatan tersebut tidak memilki masalah hukum. Yang sedang diselidiki polres hanya masalah penganggaran tahun 2012. Kalau lahannya aman-aman saja.

Kepala Unit Pidana Khusus Polres Malang Kota Iptu Rudy Hidajanto menjelaskan, penyelidikan kasus dugaan penyelewengan anggaran tahun 2012 tidak akan menghalangi pembangunan kembali Jembatan Kedungkandang. Dia menyebut, kasus lawas itu tidak akan menghalangi pembangunan kembali Jembatan Kedungkandang. Dia menyebut, kasus lawas itu tidak berkaitan langsung dengan jembatan tersebut. Karena yang diselidiki polisi, kata dia, soal anggaran. “Kalau sekarang dianggarkan lagi dan dilakukan pembangunan jembatan, tidak masalah. Karena kasus yang kami tangani itu kan 2012,” kata pria kelahiran Jombang itu.

Pernyataan Rudy ini tentu melegakan. Sebab. selama ini Wali Kota Malang (nonaktif) Moch Anton tidak berani melanjutkan pembangunan jembatan itu karena masih terlilit masalah hukum. Sejak 2013, sebelum Anton menjabat, proyek jembatan yang dimulai tahun 2012 itu sudah mangkrak. Penggarap proyek, PT Nugraha Adi Taruna, tidak bisa melanjutkan pembangunan. Padahal, Proyek itu baru memasang tiang pancang besi. Itu pun belum dicor. Setelah proyek mangkrak, tim badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyelidiki dan mencium ada kerugian Negara. Bahkan, komisi Pembaratasan Korupsi (KPK) juga melihat ada indikasi tidak beres dari proyek jembatan tersebut. Polres Malang Kota pun turun dengan melakukan penyelidikan dugaan kerugian Negara itu. Namun, hingga kini belum kelar.

Rudy meyakinkan, penganggaran proyek jembatan tahun 2012 yang sedang diselidiki tersebut, tidak berkaitan langsung dengan penganggaran yang mungkin dilakukan tahun ini. Sehingga, dia mempersilahkan saja jika Pemkot Malang ingin menganggarkan lagi. Sebelumnya, sejak tahun 2012, jembatan ini sudah dianggarkan hingga Rp. 70 miliar. “Dibangun atau tidaknya, itu kewenangan pemerintah kota. Tugas kami menyelidiki kasus yang terjadi di tahun 2012 itu,” kata perwira dengan dua strip itu.

Bukti jika jembatan itu boleh dibangun lagi, saat perkara ini diselidiki, Polres Malang Kota tidak pernah menyita barang apa pun dari proyek jembatan itu. Juga tidak ada police line. “Untuk penyelidikan kami masih mengajukan audit investigasi ke BPKP,” imbuhnya.
Seperti diberitakan, tiga megaproyek (salah satunya Jembatan Kedungkandang) yang tidak bisa dituntaskan dua wali kota sebelumnya (Peni Suparto dan Moch. Anton) menjadi perhatian serius Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Malang Sutiaji. (Plt) Wali Kota Malang Sutiaji yang akan dilantik pada September 2018 menggantikan Moch. Anton berkomitmen untuk menuntaskan ketiga proyek tersebut. Yakni Jembatan Kedungkandang, Pasar Induk Gadang dan Pasar Blimbing.

Dua dan tiga megaproyek tersebut ada di Malang Timur, yaitu Jembatan Kedungkandang dan Pasar Induk Gadang. Tentu keduanya menjadi titik penting bagi pengembangan wilayah, selain area ini juga akan menjadi semakin berkembang dengan adanya akses tol Surabaya-Malang. Segera berinvestasi di area yang paling potensial ini, hanya di CitraGarden City Malang.
CitraGarden City Malang dalam waktu dekat akan membuka Cluster Baru, “The Valley”. Lokasi New Cluster The Valley dekat dengan area SportClub dan Commercial Area yang saat ini dalam tahap pembangunan.

Dapatkan informasi New Cluster The Valley dengan mengunjungi Open House Show Unit di Marketing Point CitraGarden City Malang, Informasi lebih lanjut Hub. Marketing Point CitraGarden City Malang di 0341 750088

Sumber : Jawapos Radar Malang

SUTIAJI JANJI LANJUTKAN PROYEK ”WARISAN” YANG MANGKRAK

Dua dari Tiga Megaproyek di Malang Timur, ke Depan Area Ini Akan Semakin Tertata dan Prospektif

Ada beberapa megaproyek yang tidak bisa dituntaskan dua Wali Kota Malang ( Peni Suparto dan Moch. Anton) yang menjadi perhatian serius Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Malang Sutiaji. (Plt) Wali Kota Malang Sutiaji, yang akan dilantik pada September 2018 menggantikan Moch. Anton. Sutiaji berkomitmen untuk menuntaskan tiga megaproyek tersebut, yaitu Jembatan Kedungkandang, Pasar Induk Gadang dan Pasar Blimbing.
Komitmen tersebut disampaikan Sutaji usai rapat paripurna Istimewa di gedung DPRD Kota Malang kemaren (30/7). “Prinsipnya akan lanjutkan (pembangunan proyek-proyek lama yang mangkrak, Red).” ujar Sutiaji, kemaren.
Seperti diberitakan, proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang penyelenggaraannya secara multi years (tahun jamak). Pembebasan lahannya dilakukan sejak tahun 2012, sedangkan pembangunannya dimulai tahun 2013. Namun proyek yang dikerjakan oleh Kontraktor itu tidak tuntas.
Lantas, kapan Sutiaji menuntaskannya? Apakah masuk dalam program 100 hari pertama kepemimpinannya sebagai Wali Kota Malang? Sutiaji menjawab diplomatis. “ Kalau memungkinkan (digarap pada 100 hari pertama), tentu kami akan lakukan,”
Sebelum memastikan Proyek Jembatan Kedungkandang dilanjutkan, Sutiaji berencana memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang. “ Diperlukannya koordinasi untuk menginterventarisasi bobot masalahnya. Kalau kecil (hambatannya) ya disegerakan,” katanya.
Sutiaji nekat melanjutkan proyek “warisan” pendahulunya demi kepentingan masyarakat. Menurut Sutiaji pembangunan proyek mangkrak tersebut bermanfaat bagi masyarakat. “Secara aturan kan, harus melanjutkan apa yang sudah di rencanakan pemerintah sebelumnya,” ungkap Sutiaji
Dua dari tiga megaproyek tersebut ada di Malang Timur, yaitu Jembatan Kedungkandang dan Pasar Induk Gadang. Tentu keduanya menjadi titik penting bagi pengembangan wilayah, selain area ini juga akan menjadi semakin berkembang dengan adanya akses tol Surabaya-Malang. Segera berinvestasi di area yang paling potensial ini, hanya di CitraGarden City Malang.

sumber : JawaPos Radar Malang