JEMBATAN KEDUNGKANDANG SAH DIBANGUN LAGI

Keinginan wali kota Malang terpilih Sutiaji untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Kedungkandang bak gayung bersambut. Sebab, Polres Malang Kota yang menyelidiki perkara hukum memastikan, pembangunan jembatan tersebut sudah bisa dilanjutkan. Lahan yang dipakai jembatan tersebut tidak memilki masalah hukum. Yang sedang diselidiki polres hanya masalah penganggaran tahun 2012. Kalau lahannya aman-aman saja.

Kepala Unit Pidana Khusus Polres Malang Kota Iptu Rudy Hidajanto menjelaskan, penyelidikan kasus dugaan penyelewengan anggaran tahun 2012 tidak akan menghalangi pembangunan kembali Jembatan Kedungkandang. Dia menyebut, kasus lawas itu tidak akan menghalangi pembangunan kembali Jembatan Kedungkandang. Dia menyebut, kasus lawas itu tidak berkaitan langsung dengan jembatan tersebut. Karena yang diselidiki polisi, kata dia, soal anggaran. “Kalau sekarang dianggarkan lagi dan dilakukan pembangunan jembatan, tidak masalah. Karena kasus yang kami tangani itu kan 2012,” kata pria kelahiran Jombang itu.

Pernyataan Rudy ini tentu melegakan. Sebab. selama ini Wali Kota Malang (nonaktif) Moch Anton tidak berani melanjutkan pembangunan jembatan itu karena masih terlilit masalah hukum. Sejak 2013, sebelum Anton menjabat, proyek jembatan yang dimulai tahun 2012 itu sudah mangkrak. Penggarap proyek, PT Nugraha Adi Taruna, tidak bisa melanjutkan pembangunan. Padahal, Proyek itu baru memasang tiang pancang besi. Itu pun belum dicor. Setelah proyek mangkrak, tim badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menyelidiki dan mencium ada kerugian Negara. Bahkan, komisi Pembaratasan Korupsi (KPK) juga melihat ada indikasi tidak beres dari proyek jembatan tersebut. Polres Malang Kota pun turun dengan melakukan penyelidikan dugaan kerugian Negara itu. Namun, hingga kini belum kelar.

Rudy meyakinkan, penganggaran proyek jembatan tahun 2012 yang sedang diselidiki tersebut, tidak berkaitan langsung dengan penganggaran yang mungkin dilakukan tahun ini. Sehingga, dia mempersilahkan saja jika Pemkot Malang ingin menganggarkan lagi. Sebelumnya, sejak tahun 2012, jembatan ini sudah dianggarkan hingga Rp. 70 miliar. “Dibangun atau tidaknya, itu kewenangan pemerintah kota. Tugas kami menyelidiki kasus yang terjadi di tahun 2012 itu,” kata perwira dengan dua strip itu.

Bukti jika jembatan itu boleh dibangun lagi, saat perkara ini diselidiki, Polres Malang Kota tidak pernah menyita barang apa pun dari proyek jembatan itu. Juga tidak ada police line. “Untuk penyelidikan kami masih mengajukan audit investigasi ke BPKP,” imbuhnya.
Seperti diberitakan, tiga megaproyek (salah satunya Jembatan Kedungkandang) yang tidak bisa dituntaskan dua wali kota sebelumnya (Peni Suparto dan Moch. Anton) menjadi perhatian serius Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Malang Sutiaji. (Plt) Wali Kota Malang Sutiaji yang akan dilantik pada September 2018 menggantikan Moch. Anton berkomitmen untuk menuntaskan ketiga proyek tersebut. Yakni Jembatan Kedungkandang, Pasar Induk Gadang dan Pasar Blimbing.

Dua dan tiga megaproyek tersebut ada di Malang Timur, yaitu Jembatan Kedungkandang dan Pasar Induk Gadang. Tentu keduanya menjadi titik penting bagi pengembangan wilayah, selain area ini juga akan menjadi semakin berkembang dengan adanya akses tol Surabaya-Malang. Segera berinvestasi di area yang paling potensial ini, hanya di CitraGarden City Malang.
CitraGarden City Malang dalam waktu dekat akan membuka Cluster Baru, “The Valley”. Lokasi New Cluster The Valley dekat dengan area SportClub dan Commercial Area yang saat ini dalam tahap pembangunan.

Dapatkan informasi New Cluster The Valley dengan mengunjungi Open House Show Unit di Marketing Point CitraGarden City Malang, Informasi lebih lanjut Hub. Marketing Point CitraGarden City Malang di 0341 750088

Sumber : Jawapos Radar Malang