Pasca Mangkrak Sejak 2012, Jembatan Kedungkandang Dibangun 2020 Ini, Panjang 320 Meter & Fly Over

Pembangunan Jembatan Kedungkandang Kota Malang akan dilaksanakan pada tahun 2020 ini.

Jembatan yang akan menghubungkan wilayah Buring dengan Kedungkandang tersebut memiliki panjang 320 meter dan lebar 14 meter.

Jembatan Kedungkandang akan di desain seperti fly over dan mampu menahan beban hingga 50 ton.

Hal tersebut diucapkan oleh Kepala Dinas PUPR Perkim Kota Malang Hadi Santoso saat ditemui TribunJatim.com, di kantornya pada Kamis (9/1).

“Jadi jembatan dan jalan di bawahnya tetap. Yang dibangun itu jembatan baru yang melayang seperti fly over. Status jalannya juga untuk jalan kelas I,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Soni tersebut menjelaskan, bahwa rencana pengadaan Jembatan Kedungkandang telah usai.

Rencananya, pada Jumat (10/1) besok, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan LKPP selaku pendamping dalam proses lelang.

Pertemuan tersebut akan membahas terkait dengan lelang yang akan dilakukan dalam memilih tender.

Untuk itu, pihaknya akan mengupload terlebih dahulu dokumen tender yang berhubungan dengan jasa konsultan.

Hal itu dilakukan terlebih dulu karena proses dalam mencari jasa konsultan ini membutuhkan proses pelelangan yang lama.

Setelah itu, baru pihaknya melakukan lelang terkait fisik bangunan yang akan dilangsungkan pada minggu depannya.

“Itu kami lakukan satu per satu agar surat peringah kerjanya bersamaan antara konsultan pengawas dengan fisikinya. Tetapi kami lihat dulu besok saran dari LKPP seperti apa,” ucapnya.

Tak hanya itu, mangkraknya proyek Jembatan Kedungkandang harus membuat Dinas PUPR melakukan review kembali detail engineering design (DED) dan review struktur tanah.

Hal itu dilakukan sebagai penyesuaian, karena proyek Jembatan Kedungkandang ini mangkrak sejak tahun 2012.

Soni menyampaikan, review tersebut dilakukan karena terkait dengan pengecekan struktur tanah dan pondasi.

Seperti melakukan perhitungan ulang, karena proyek tersebut sudah lama tidak dipakai, termasuk dengan review harga.

Dalam melakukan pengecekan tersebut Dinas PUPR Perkim mengajak konsultan dan tenaga ahli dari Universitas Brawijaya (UB).

“Hasil review sama, cuma kami harus mengecek tanah lagi dan perkuatan pondasi. Karena tanahnya di sana pernah digali. Jadi harus kami cek, karena struktur tanahnya pasti berubah,” terangnya.

Lebih lanjut lagi Soni menyampaikan, bahwa secara desain tidak banyak yang berubah.

Yang berubah hanyalah harga tanah, karena menurutnya dari tahun 2012-2020 harga tanah pastinya akan naik.

“Tentunya kami akan mencari yang efisien. Karena kami juga menyampaikan ke pak walikota kalau kami sudah RUP. Jadi schedule kami minggu ini kami sudah bisa proses tender,” tandasnya

(Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Pasca Mangkrak Sejak 2012, Jembatan Kedungkandang Dibangun 2020 Ini, Panjang 320 Meter & Fly Over. Penulis: Rifki Edgar, Editor: Sudarma Adi)