Wajah Baru Malang Sebagai Kota Metropolitan

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang telah resmi melansir rencana pembangunan tata kota dalam beberapa tahun kedepan. Terbagi dalam beberapa koridor, wajah baru Kota Malang akan mengalami perubahan signifikan sebagai kota Metropolitan. Dalam Masterplannya, Bappeda Kota Malang setidaknya membangi delapan koridor yang nantinya bakal disulap setara kota metropolitan.

Sebagaimana dilansir Radar Malang, ada delapan titik yang akan disulap menjadi kawasan setara metropolitan. Yakni koridor Kayutangan (Jalan Basuki Rahmad), Alun-Alun Merdeka; koridor Kertanegara, Alun-Alun Tugu, Jalan Kahuripan; koridor Semeru, Stadion Gajayana; koridor Pasar Besar, Pecinan, Kauman; koridor Jalan Ijen, Simpang Balapan, Veteran, Jalan Bandung; koridor Mayjen Sungkono, Ki Ageng Gribig; dan koridor rencana jalan tembus Tlogomas–Sudimoro – hingga Karanglo.

Wali Kota Malang Moch. Anton menegaskan bahwa Kota Malang telah masuk dalam daftar kota besar yang akan bertranformasi menjadi kota metropolitan. Untuk menyiapkannya, setidaknya dibutuhkan sebuah manajemen perkotaan yang mumpuni untuk mewujudkan Kota Layak Huni (KLH). Dijelaskannya, Indikasi untuk menjadi KLH di antaranya adalah terpenuhinya kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH) bagi masyarakat.

“Salah satu perubahan mendasar adalah konsep pembuatan gedung parkir yang terpusat di Alun-Alun Mall dan menjadi kawasan food court. Di sejumlah jalan ada pelebaran pedestrian. Sementara kawasan Pasar Besar pada 2016 mendatang disulap menjadi city walk (area yang ramah bagi pejalan kaki). Di kawasan Pasar Burung Splendid juga akan dibangun eco park di pinggir DAS Brantas. Sebagian titik itu menurutnya akan dimulai September ini,” kata Abah Anton – sapaan Akrab Wali Kota Malang Moch. Anton.

Untuk koridor Mayjen Sungkono hingga Ki Ageng Gribig, Bappeda Kota Malang akan menyiapkan jalan Mayjen Sungkono dan jalan Ki Ageng Gribig untuk dibangun jalan ganda. Nantinya, status Jalan Ki Ageng Gribig yang nyambung hingga ke Jalan Mayjen Sungkono dan Bululawang Kabupaten Malang pun akan berubah menjadi jalan nasional. Dalam rencana pembangunannya, Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Ki Ageng Gribig sepanjang 1,6 kilometer, dilebarkan 7 meter menjadi 22 meter dengan lebar median jalan 3 meter, sedangkan trotoar sisi kanan dan kiri 5 meter, total lebar Jalan menjadi 30 Meter. Di setiap persimpangan jalan besar akan dibangun sculpture 3D sebagai pembatas sirkulasi jalan.

CitraGarden City Malang

Menempati lahan seluas 100 hektar (Ha), CitraGarden City Malang yang berlokasi di jalan Mayjen Sungkono, tepatnya berada di puncak Buring Malang Timur selain sebagai kawasan hunian yang nyaman bagi keluarga juga menjadi begitu strategis untuk bisnis dan investasi di masa mendatang. Sebab, selain didukung oleh rencana pembangunan tata kota pemerintah setempat juga disokong oleh rencana pembangunan jalan tol Pandaan Malang dimana Gerbangnya hanya selangkah dari CitraGarden City Malang. Proyek Ciputra Grup di Kota Malang ini juga didukung oleh lokasi terbaik dengan menempati lahan berkontur pegunungan dengan udara yang masih terjaga keasriannya juga memiliki view terbaik Kota Malang dan pegunungan yang dikenal dengan sebutan “Sleeping Beauty Mountain”.

Dilengkapi dengan kelengkapan berbagai fasilitasnya, seperti Commercial Area, Sport Club dan Wahana hiburan Keluarga. CitraGarden City Malang didedikasikan Ciputra Group sebagai ikon kawasan Malang Timur.